Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Kirab Boyong Notoprojo Bukti Sejarah Perpindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Nganjuk

Mulyadi Memo
×

Kirab Boyong Notoprojo Bukti Sejarah Perpindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Nganjuk

Sebarkan artikel ini

Mengusung tema “Notoprojo Bersinergi Membangun Negeri”, Boyong Natapraja tahun ini tak hanya menjadi refleksi sejarah, tetapi juga semangat kebersamaan membangun masa depan. Tradisi Sedekah Bumi pun digelar meriah dengan 20 gunungan hasil bumi dari seluruh kecamatan di Nganjuk.

Gunungan ini menjadi lambang kesuburan dan kemakmuran yang dianugerahkan Sang Pencipta kepada Tanah Kota Angin.

Baca Juga: Bantuan Pangan Kedungrejo Hujan Protes, Komisi lV DPRD Bersuara, Ada Apa ?

Setelah dikirab, gunungan hasil bumi itu kemudian diperebutkan warga yang datang sebagai bentuk rasa syukur dan partisipasi rakyat dalam menjaga kelestarian budaya.

Bupati Marhaen menegaskan pentingnya melestarikan tradisi boyong sebagai bagian dari identitas dan jati diri Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga: Rumah Pedagang Tahu Tek Keliling Di Kampungbaru Segera Dibongkar, Begini Penjelasan Kepala Baznas Zaenal Arifin,,,

“Boyong bukan sekadar prosesi, melainkan bentuk penghormatan atas sejarah yang membentuk kita. Kita lanjutkan warisan ini sebagai pengingat bahwa Nganjuk dibangun dengan kebersamaan dan semangat gotong royong dari masa ke masa,” tegasnya.

Baca Juga: Di Lingkungan Keluarga Dan Sekolah , Pelaku Pembacokan Dikenal Anak Pendiam Dan Tertutup, Benarkah Demikian ?, Ini Faktanya....

Tradisi Boyong Natapraja adalah cerminan budaya yang tidak hanya adiluhur, tetapi juga menjadi inspirasi dalam menata pemerintahan dan kehidupan masyarakat dengan nilai-nilai kebijaksanaan, persatuan, serta rasa syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta. ( adii )