Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan terjadinya pencurian benda-benda bersejarah yang memiliki nilai tinggi, utamanya sebagai pengetahuan masyarakat.
“Sangat disayangkan, aksi pencurian itu dilakukan untuk memenuhi hasrat pribadi. Padahal, benda bersejarah itu menjadi ilmu pengetahuan tentang perjalanan bangsa ini,” ujarnya di sela masa reses di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.
Kasus pencurian terjadi di Situs Srigading di Kabupaten Malang, lalu kejadian serupa terjadi di Situs Pamotan. Benda yang merupakan batu diduga prasasti berusaha dicuri orang, namun sejumlah pelaku meninggal dengan cara misterius.
“Saya mengimbau kepada siapapun agar tidak melakukan tindak pencurian benda-benda bersejarah. Karena, selain benda bersejarah itu sakral, juga memiliki makna yang dalam. Jadi, bukan hanya sebatas benda kuno,” ucapnya.
Senator asal daerah pemilihan Jawa Timur itu mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah, karena setiap benda peninggalan itu menunjukkan perkembangan peradaban manusia.
Benda-benda itu, kata dia, menuturkan sejarah dan peristiwa yang dilalui setiap manusia pada zamannya masing-masing.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Benda-benda bersejarah itu harus dilestarikan. Ada sejarah, ada cerita peradaban bangsa ini dalam situs tersebut. Kita semua memiliki tanggung jawab melestarikannya,” katanya.












