MEMO
Menjadi seorang freelancer meskipun terlihat mudah, faktanya tidak demikian. Setiap pekerjaan memiliki kesulitannya masing-masing, termasuk pekerjaan freelance.
Menjadi seorang freelancer selain berani memulai juga harus melakukan try and error. Agar bisa mendukung proses ini, alangkah baiknya kita mengetahui apa saja resiko menjadi freelancer.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
1. Beban Kerja Tidak Stabil
Sayangnya, menjadi freelancer berarti penghasilan dan beban kerja tidak stabil dan tidak konsisten.
Freelancer mendapatkan gaji bergantung pada besar kecilnya proyek dan juga kesepakatan bersama klien. Terkadang beberapa kondisi yang tidak terduga baik dari diri sendiri maupun klien, menjadikan pekerjaan terhambat dan bahkan batal.
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat
2. Sulit Membedakan Waktu Kerja dan Waktu Pribadi
Menjadi ‘bos’ bagi diri sendiri dan bekerja dari rumah, mengakibatkan sulit membedakan antara waktu kerja dan kehidupan pribadi.
Terkadang kondisi seperti klien yang meminta dateline dimajukan dan lain sebagainya dapat berdampak pada over work. Sehingga waktu untuk kehidupan pribadi menjadi kurang.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April
3. Siap Untuk Bekerja Keras
Seorang freelancer bertanggung jawab untuk melakukan semua aspek bisnis sendirian, seperti menemukan klien dan mengerjakan proyek.












