Luhut menyebut, bahkan Indonesia menjadi masuk dalam negara yang ekonominya paling baik dalam menyeimbangkan antara penangan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi. “Kita termasuk ekonomi yang paling baik di dalam mengendalikan keseimbangan dengan Covid-19 ini,” tuturnya
Luhut menjabarkan, salah satu bukti ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi baik tercemin dari sisi neraca perdagangan. Hal itu terbukti dari neraca perdagangan Indonesia yang menorehkan rekor. Nilai ekspor tahun lalu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah yaitu sebesar USD 233 miliar, sementara Impor juga tinggi yaitu sebesar USD 193 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan capaian ekspor dan impor tersebut Luhut optimis moneter AS tidak terlalu berdampak pada ketahanan nilai tukar rupiah. “Karena kita punya dolar makin banyak di Indonesia. Ini semua kerja kita ramai-ramai,” pungkasnya.