Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Kemiskinan Picu Kekerasan! Perempuan & Anak Jadi Korban, Ini Fakta Mengejutkannya

Avatar
×

Kemiskinan Picu Kekerasan! Perempuan & Anak Jadi Korban, Ini Fakta Mengejutkannya

Sebarkan artikel ini

MEMO – Kemiskinan bukan hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi faktor utama yang memperburuk angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini diungkapkan oleh Desmalia Suhaely, Kepala Bidang Data Gender dan Anak serta Partisipasi Masyarakat di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung. Ia menegaskan bahwa ada hubungan erat antara kondisi ekonomi yang sulit dengan meningkatnya tingkat kekerasan di masyarakat.

Dalam acara Ngopi Lampung Pro 1 yang digelar oleh RRI Bandar Lampung, Jumat (21/2/2025), Desmalia Suhaely menjelaskan bahwa tekanan ekonomi menjadi pemicu utama terjadinya kekerasan dalam berbagai bentuk.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

“Ketika kondisi ekonomi keluarga semakin terhimpit, tingkat stres dan frustrasi ikut meningkat. Hal ini dapat memicu konflik dalam rumah tangga yang berujung pada kekerasan, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kemiskinan juga sering kali membuat individu kehilangan akses terhadap berbagai sumber daya penting seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan kerja yang layak. Tanpa akses ini, banyak orang menjadi sulit untuk mengembangkan keterampilan, merasa tidak percaya diri, dan semakin rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Selain faktor ekonomi, lingkungan tempat tinggal juga memiliki peran besar dalam tingginya angka kekerasan. Wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi cenderung memiliki tingkat kriminalitas yang lebih besar serta fasilitas publik yang minim. Kondisi ini semakin memperburuk keamanan masyarakat, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang sering menjadi korban kekerasan.

Bukan hanya itu, diskriminasi sosial dan ekonomi terhadap kelompok masyarakat miskin juga memperparah kondisi ini. Mereka sering kali diperlakukan tidak adil, baik dalam dunia kerja, akses pendidikan, maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari. Situasi ini memicu rasa frustrasi yang berujung pada tindakan kekerasan.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

“Banyak kelompok masyarakat miskin yang mengalami diskriminasi, baik secara ekonomi maupun sosial. Ketidakadilan ini menimbulkan kemarahan dan stres yang pada akhirnya bisa memicu tindakan kekerasan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain,” jelas Desmalia.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas PPPA Provinsi Lampung terus melakukan berbagai upaya untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman kekerasan. Beberapa program yang dijalankan meliputi pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses terhadap pendidikan, serta advokasi hukum bagi korban kekerasan.

“Kami berkomitmen untuk menekan angka kekerasan dengan memberikan pendampingan, advokasi, serta bantuan ekonomi bagi kelompok rentan. Dengan cara ini, kami berharap bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkeadilan bagi semua orang,” tutupnya.

Tantangan besar masih ada di depan mata, namun dengan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, angka kekerasan akibat kemiskinan bisa ditekan. Mari tingkatkan kesadaran dan bersama-sama ciptakan lingkungan yang lebih aman untuk perempuan dan anak.