Memo, Kediri
Sinar harapan yang baru saja menyala bagi penggemar Persik Kediri sedikit meredup. Alih-alih merayakan kembalinya tim kesayangan ke kompetisi Super League di markas mereka, Stadion Brawijaya, tim Macan Putih harus rela menukar jatah laga kandang dengan Dewa United.
Baca Juga: Skandal Jaksa dan Bu Camat Pagu, Gegerkan Pengadilan Tipikor Surabaya
Keputusan berat ini diambil karena Stadion Brawijaya masih dalam tahap renovasi dan belum bisa digunakan.
Berita ini, yang dikonfirmasi dalam laporan Suara(dot)com, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi Persik Kediri di awal musim 2025/2026. Alih-alih mendapatkan keuntungan bermain di hadapan ribuan suporter militan di laga perdana, mereka justru harus bertandang ke markas Dewa United.
Bagi suporter, ini adalah kabar yang pahit. Antusiasme untuk menyaksikan tim kebanggaan berlaga di kandang sendiri harus tertunda. Namun, mereka juga memahami bahwa renovasi stadion adalah langkah penting demi masa depan klub.
Keputusan ini tidak hanya berdampak pada jadwal pertandingan, tetapi juga pada psikologi pemain. Dukungan langsung dari suporter di laga kandang sering kali menjadi faktor penentu kemenangan. Dengan penukaran jadwal ini, Persik Kediri harus beradaptasi dan mencari cara lain untuk mengumpulkan poin di awal musim.
Baca Juga: Skandal Seleksi Perangkat Desa Kediri Terbongkar, Unisma Akui Proses Ujian Tidak Benar Harus Dicabut
Pertukaran laga ini bukan hanya sekadar urusan teknis, melainkan juga cerminan dari komitmen klub untuk memiliki fasilitas yang lebih baik, meskipun harus mengorbankan keuntungan di awal musim. Para penggemar pun kini menantikan kapan Stadion Brawijaya selesai direnovasi, agar mereka bisa kembali menjadi “pemain ke-12” dan membawa Persik Kediri meraih kejayaan di kandang sendiri.












