
NGANJUK,MEMO.CO.ID
Kelangkaan dan kenaikan harga tabung gas elpiji 5 kilogram yang menjadi keresahan masyarakat miskin di Kabupaten Nganjuk ditanggapi serius oleh komisi ll DPRD Nganjuk.
Seperti disampaikan Bashori selaku Ketua Komisi ll DPRD Nganjuk bahwa dalam waktu dekat akan melayangkan surat panggilan kepada Hiswana Migas beserta distributor elpiji dan leading sektor dari Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) setempat.
Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Sepanjang Tahun 2025 Salurkan Dana Sosial Rp 778 Juta
Agenda pemanggilan tersebut menurut politisi dari PKB ini akan direnjakan dalam rapat dengar pendapat (hearing). ” Untuk jadwalnya belum bisa dipastikan kapan karena harus direnjakan dulu.Tapi sebisanya dalam waktu dekat sudah bisa digelar hearing,” tuturnya hari ini (9/9).
Persoalan ini masih dikatakan anggota dewan tiga periode ini sangat urgen dan sensitif karena menyangkut kebutuhan masyarakat miskin. ” Yang perlu ditekankan disini persoalan pengawasan dari dinas terkait harga dan pendistribusian serta stok gas elpiji bersubsidi yang dinilai masih lemah,” paparnya.












