- Memo, Banyuwangi.
Sejumlah wartawan Banyuwangi menyampaikan tentang pernyataan sikap atas dugaan kekerasan yang dialami oleh jurnalis Situbondo. Insiden tersebut terjadi saat Humaidi melakukan wawancara kepada Bupati Situbondo. Kekerasan tersebut dialami oleh Humaidi saat menjalankan tugas pada Jumat, (1/8/25).
Kini, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banyuwangi, Syamsul Arifin turun tangan dan mengungkapkan bahwa pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk solidaritas dan pembelaan terhadap jurnalis yang menjadi korban kekerasan. Ada empat poin utama yang ditegaskan dalam pernyataan tersebut.
Pertama, ini jurnalis Banyuwangi mengecam segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis yang menjalankan tugasnya jurnalistik.
Kedua, mereka juga melakukan dukungan penuh terhadap Humaidi yakni untuk menempuh jalur hukum agar mendapatkan bantuan hukum atau keadilan dalam dugaan kekerasan tersebut.












