“Mohon doanya, semoga proyek ini berjalan lancar dan bisa menjadi kebanggaan warga Kediri,” tandas Wali Kota Vinanda, memohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Yono Riyadi, menambahkan bahwa proyek ini telah melalui proses perencanaan matang sejak tahun 2024. Detail teknisnya mencakup pembangunan trotoar standar nasional dengan lebar ideal 5 meter di kedua sisi jalan. “Konsepnya *one way* ke arah Stasiun.
Baca Juga: Bom Waktu Skandal Suap 1,2 Milyar di Kejaksaan Pengaruhi Tuntutan JPU, Libatkan Jampidsus Kejagung
Tidak lagi pakai aspal, tapi *cobblestone* ukuran 10×10 cm agar lebih estetis. Ini butuh ketelitian kontraktor, tapi hasilnya akan sangat cantik dan berbeda dari kawasan lain,” terang Yono, menjelaskan pilihan material yang akan memberikan sentuhan visual unik.
Yono juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi erat dengan PT KAI, mengingat kawasan ini terintegrasi langsung dengan area stasiun yang juga direncanakan akan mengalami pengembangan lebih lanjut di masa depan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan harmonisasi pembangunan antara fasilitas umum dan area komersial.
Detail Anggaran dan Pelaksana Proyek
Proyek peningkatan Jalan Stasiun-Jalan PJKA ini melibatkan dua kontraktor berbeda. Pekerjaan fisik jalan akan dilaksanakan oleh CV. Citra Terapan Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp3,44 Miliar. Sementara itu, proyek rehabilitasi saluran drainase dan trotoar dipercayakan kepada PT. Berlian Karya Teknik, dengan nilai kontrak mencapai Rp4,79 Miliar.
Total anggaran untuk kedua proyek ini adalah sekitar **Rp8,3 Miliar**, yang seluruhnya didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri Tahun Anggaran 2025. Seluruh tahapan pekerjaan akan diawasi secara ketat oleh CV. Sigra Asanka Consultant, untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan. Proyek ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan baru bagi warga Kediri dan menarik lebih banyak wisatawan ke kota.












