Blitar, Memo.co.id
Semangat Hari Santri Nasional (HSN) 2025 masih terus membara di Kabupaten Blitar, tidak hanya dalam bentuk kegiatan religius dan kebangsaan, namun juga dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ditandai dengan peresmian perpustakaan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Ampel, Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon yang dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Blitar, Dr. Jumali, S.Pd, M.AP.
Baca Juga: Pelatihan Tunas 3 TIDAR di Blitar, Gerindra Siapkan Pemimpin Muda Menuju 2029
Kehadiran perpustakaan di lingkungan madrasah ini disambut gembira sebagai langkah strategis untuk memperkuat pondasi intelektual dan wawasan generasi muda, khususnya santri-santri cilik MI Sunan Ampel.
Dalam sambutannya, Dr. Jumali menegaskan bahwa perpustakaan adalah jantung ilmu pengetahuan, sebuah gerbang yang menghubungkan para pelajar dengan khazanah peradaban dunia.
Baca Juga: Ratusan Massa GPI Demo PN Blitar, Soroti Dugaan Rekayasa Hukum
“Peresmian perpustakaan ini bukan sekadar penambahan ruangan atau rak buku semata. Ini adalah investasi paling berharga bagi masa depan Kabupaten Blitar,” ujar Jumali
“Di era disrupsi informasi ini, kemampuan memilih dan memilah, memanfaatkan pengetahuan menjadi kunci. Di sinilah peran vital buku dan perpustakaan. Membaca adalah jendela dunia, dan setiap lembar buku yang dibuka adalah anak tangga menuju pemahaman yang lebih mendalam,” sambungnya.
Baca Juga: Temui Kapolres Blitar Kota, PMII Blitar Bongkar Masalah Kriminalitas hingga Tambang Ilegal
Jebolan S3 Universitas Brawijaya, Malang ini menambahkan, bahwa santri masa kini harus menjadi generasi yang memiliki kedalaman spiritual dan keluasan intelektual.












