Example floating
Example floating
InternasionalInfobis

JUALAN TERPURUK! China dan India Tinggalkan Batu Bara RI, Industri Tambang Pusing Tujuh Keliling!

A. Daroini
×

JUALAN TERPURUK! China dan India Tinggalkan Batu Bara RI, Industri Tambang Pusing Tujuh Keliling!

Sebarkan artikel ini
China dan India Tinggalkan Batu Bara RI, Industri Tambang Pusing Tujuh Keliling

Xue Dingcui, seorang analis di Mysteel, memprediksi bahwa produksi yang lebih tinggi dan peningkatan efisiensi akan terus mendongkrak ekspor batu bara Mongolia. Harga batu bara termal di Tiongkok mungkin turun, namun batu bara Mongolia tetap kompetitif.

Selain itu, China dan India juga memperluas jangkauan impor mereka ke sumber-sumber baru. Pembelian dari Tanzania meningkat signifikan, sebuah negara yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan dalam perdagangan batu bara laut global hingga konflik Rusia-Ukraina pecah pada tahun 2022.

Baca Juga: Dominasi China di Hilirisasi Tambang RI Menguat: Garap Nikel EV Raksasa, Lirik Proyek Batu Bara Mangkrak!

Pedagang India juga meningkatkan impor batu bara kualitas tinggi dari Kazakhstan, Kolombia, dan Mozambik tahun ini, sementara pasokan Australia berhasil merebut kembali pangsa pasar di China.

Dampak Buruk pada Ekspor dan Solusi Domestik

Indeks batu bara Indonesia dan Australia, yang menjadi cerminan mutu yang diminati pembeli Tiongkok, terus menunjukkan tren penurunan sejak Oktober 2023.

Baca Juga: Mantan Bos Raksasa Chip China Dihukum Mati Atas Skandal Korupsi Triliunan

Indeks patokan Australia bahkan turun lebih cepat dibanding Indonesia. Secara keseluruhan, impor batu bara Tiongkok merosot hampir 10 persen menjadi 137,4 juta ton dalam lima bulan pertama tahun ini. Sementara itu, pengiriman ke India juga anjlok lebih dari 5 persen menjadi 74 juta ton.

Dampak terparah dirasakan oleh ekspor batu bara Indonesia. Pasokan ke China dan India masing-masing turun 12,3 persen dan 14,3 persen.

Baca Juga: Terungkap! 'Dog Fight' 1 Jam di Langit Kashmir: Jet Tempur China 'Sikat' 3 Rafale India

Total ekspor batu bara negara Asia Tenggara ini anjlok 12 persen menjadi 187 juta ton pada periode Januari-Mei, menurut data dari firma analisis Kpler.

Untuk mengatasi keterpurukan ekspor ini, penambang Indonesia kini berupaya mengalihkan fokus ke permintaan domestik. Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia memperkirakan pengiriman lokal akan naik 3 persen tahun ini, meskipun ekspor diperkirakan akan turun sekitar 10 persen.

Ini menjadi strategi kunci bagi industri batu bara Indonesia untuk bertahan di tengah gejolak pasar global.