Tak kalah penting, GPI menyoroti perlunya trobosan-trobosan inovatif untuk secara signifikan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blitar. Untuk merealisasikan hal tersebut, Jaka Prasetya menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Blitar membentuk semacam tim efisiensi anggaran dan percepatan pendapatan. Tim ini, menurutnya, harus diisi oleh orang-orang profesional yang memiliki integritas tinggi dan jauh dari kepentingan segelintir golongan agar kinerjanya efektif dan bebas intervensi.
“Tim efisiensi dan percepatan pendapatan bertujuan agar kita tidak hanya mengandalkan anggaran dari pusat, tapi daerah mampu untuk meningkatkan penghasilan asli daerahnya sendiri. Jadi sebenarnya untuk PAD tidak hanya dari sektor tambang ya, ada beberapa sektor yang bisa untuk dinaikkan pendapatan asli daerah,” bebernya.
Baca Juga: Sudah Kantongi SLHS, SPPG WR Supratman Akui Masukan Publik, Siap Benahi Kualitas Menu MBG
“Seperti adanya perusahaan-perusahaan nasional yang kantornya masih berada di luar Kabupaten Bilitar. Itu segera ditarik untuk mendirikan kantor di Kabupaten Bilitar sehingga PAD-nya bisa masuk ke sini,” sambungnya.
Menutup pernyataannya, Jaka Prasetya berharap sinergitas dan kekompakan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Blitar dapat terus terjaga. Ia menekankan bahwa kekompakan adalah kunci untuk mempercepat pembangunan kabupaten.
Baca Juga: Dari Menu Sayur Tewel hingga Bau Amis, SPPG WR. Supratman Kota Blitar Jadi Sorotan Serius
“Kami berharap sinergitas dan kekompakan di pemerintahan Kabupaten Blitar bisa terus terjaga. Hal ini demi mempercepat pembangunan dan menjauhkan dari konflik internal yang dapat menghambat laju pembangunan daerah,” pungkas Jaka.












