Drama pilu itu terjadi pada Senin (16/6/2025) siang, di rumah mereka di Jalan Candi Lontar. NH yang emosi, tanpa ragu mendorong wajah IN dua kali hingga istrinya limbung. IN sempat melawan, mempertanyakan mengapa suaminya selalu main tangan. Namun, alih-alih mendapat jawaban, ia justru diseret NH ke teras rumah.
Dalam keputusasaan, IN mencoba melepaskan cengkeraman sang suami dan berlari menyelamatkan diri ke kamar. Namun, NH tak menyerah. Ia mengejar, kemudian menyeret kaki istrinya hingga ke luar pagar. IN berpegangan pada sebatang tongkat, berusaha menahan tarikan suaminya, tetapi tongkat itu direbut NH.
Baca Juga: Surabaya Terapkan Jam Malam Anak Demi Generasi Berakhlak Mulia
Aksi keji ini, tak disangka, terekam oleh seseorang dan diunggah ke media sosial. Dalam sekejap, video itu menyebar luas, memicu kecaman publik dan menyeret perhatian pihak berwajib.
Kasus ini menjadi potret suram kekerasan dalam rumah tangga yang masih marak terjadi, sekaligus pengingat tajam akan dampak jejak digital yang tak bisa dihapus, yang akhirnya membawa keadilan bagi korban.
Baca Juga: Duka Haji 2025, Embarkasi Surabaya Catat Angka Kematian Tertinggi, 43 Orang, Besuk Datang












