Example floating
Example floating
Daerah

Jembatan Gantung Alas Bayur Diduga Tak Sesuai RAB

A. Daroini
×

Jembatan Gantung Alas Bayur Diduga Tak Sesuai RAB

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Situbondo Memo

Baca Juga: Gedung Baru Univ Islam Syekh Wasil Al Wasil Kota Kediri Diduga Salahi Bestek, Pejabat Belum Bisa Dikonfirmasi

Pembangunan Jembatan gantung di desa Alas Bayur, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo terbengkalai karena minim pengawasan dari Kementrian PUPR Pusat.

Jembatan yang menelan anggaran 8.081.520.000-, Miliar dari APBN kini kondisinya rusak dan memprihatinkan. Hal ini menuai sorotan masyarakat.

Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung

Seperti yang di ungakapkan pemangku otoritas LSM Siti Jenar, Eko Febriyanto. Mengatakan seharusnya pembangunan jembatan tersebut dilakukan pengawasan ketat dari pihak Kementrian PUPR karena jembatan merupakan akses mobilisasi pertumbuhan perekonomian masyarakat. Namun kini jembatan yang menelan anggaran yang cukup fantastis itu kontruksinya sudah rusak dan potensi mengancam keselamatan warga.

“Oleh karena itu saya mendesak Kementrian PUPR pusat untuk segera turun kelapangan melihat kondisi terakhir pembangunan jembatan Alas Bayur ini,” tegasnya, Senin (2/3/2020).

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Menurutnya, dalam melakukan Pengawasan secara konkrit dari kementrian PUPR , agar pihak pengembang yakni kontraktor PT. Badja Karya Nusantara melakukan koreksi atas pekerjaannya yang amburadul. “Mereka kan di bayar lalu apa Fungsinya seperti konsultan dan pengawasnya.” jelas Eko Febriyanto.

Eko menilai, pekerjaan jembatan Alas Buyur di kerjakan tak sesuai perencanaan hingga tidak lama jembtan tersebut dibangun itu terdapat di beberapa titik sudah pecah potensi menuai kerusakan yang bertambah. Tentu kondisi ini sangat dikhawatirkan warga.

The post Jembatan Gantung Alas Bayur Diduga Tak Sesuai RAB appeared first on Memo Surabaya.