“Insya Allah besok alat berat kita datangkan untuk pembongkaran bangunan lama yang sudah ambrol. Setelah itu, kemungkinan lusa pekerjaan bisa mulai dilaksanakan,” jelasnya.
Ambrolnya jembatan ini berdampak pada terganggunya akses penghubung antar desa yang selama ini menjadi jalur vital bagi mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Dinas PUPR pun mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melintasi area tersebut demi keselamatan bersama.
Dengan langkah cepat yang dilakukan, Dinas PUPR Kabupaten Blitar berharap proses penanganan darurat dapat segera memulihkan akses warga sekaligus menjadi solusi sementara sebelum dilakukan pembangunan jembatan permanen sesuai perencanaan anggaran ke depan.**
Baca Juga: Pimpinan SMSI dan JAM Intel Kejagung Bahas Sinergi Bersama ABPEDNAS
Baca Juga: Menang jadi Ketua KONI Kota Blitar, Samanhudi Sentil Dugaan “Cawe-Cawe” Pemkot












