“Acara ini memang ditujukan bagi para pecinta kopi atau mereka yang ingin mencoba kopi. Tersedia beragam jenis kopi dengan rasa dan harga yang sesuai dengan preferensi masing-masing,” ujar Muslimin.
Muslimin juga mengajak warga Kota Surabaya yang ingin berwisata pada akhir pekan ini untuk datang ke acara JCC & Festival Peneleh. Hal ini dikarenakan Jalan Tunjungan dan Peneleh saat ini telah menjadi kawasan wisata sejarah di Kota Pahlawan.
“Pengunjung dari Surabaya dapat mencicipi kopi-kopi terbaik dari Sabang hingga Merauke, tidak hanya dari Jawa saja. Pada tanggal 9 Juli, akan ada pertunjukan puncak semarak JCC & Festival Peneleh, dan tidak ketinggalan ada penampilan artis ibu kota Pongki Barata eks Jikustik dan grup vokal Klantink yang menjadi kebanggaan kita,” tambahnya.
Kuncarsono Prasetyo, Inisiator Begandring Soerabaia, juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya dan Bank Indonesia Jawa Timur atas upaya mereka dalam menghidupkan pariwisata sejarah di kawasan Peneleh.
Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan
Kuncarsono menyebut kolaborasi ini sangat luar biasa dan berkontribusi besar dalam pengembangan pariwisata sejarah di Kota Pahlawan.
“Kami tidak hanya merancang Festival Peneleh secara fisik, tetapi Bank Indonesia Jawa Timur juga telah mengajak konsultan untuk mengembangkan grand desain kawasan Peneleh. Setidaknya dalam 5 tahun ke depan, kami akan mengetahui apa yang akan dilakukan untuk mengembangkan kawasan ini,” tutupnya.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov Jatim, YDSF Dukung Pondok Ramadhan untuk Disabilitas Pendengaran
Dalam kolaborasi yang luar biasa antara Pemerintah Kota Surabaya, Bank Indonesia Jawa Timur, dan Begandring Soerabaia, JCC & Festival Peneleh 2023 berhasil menghidupkan pariwisata sejarah di Kota Pahlawan.
Melalui festival ini, pengunjung dapat merasakan nuansa era 1960-1980an, menikmati kopi-kopi terbaik dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, dan menyaksikan pemutaran film Koesno dan Soera Ing Baja yang diperankan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Acara ini tidak hanya memanjakan pecinta kopi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bernostalgia dan berwisata menikmati keindahan Kota Surabaya tempo dulu.












