Berdasarkan informasi ini, BMKG menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan rukyat Hilal yang menentukan bulan Safar 1446 H bagi yang menggunakan metode rukyat, observasi dapat dilakukan setelah Matahari terbenam pada tanggal 4 Agustus 2024, jika konjungsi terjadi sebelum terbenamnya Matahari. Sebaliknya, jika konjungsi terjadi setelah Matahari terbenam, observasi harus dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2024.
Bagi mereka yang menggunakan metode hisab untuk menentukan awal bulan Safar 1446 H, BMKG menyarankan untuk mempertimbangkan kriteria-kriteria yang relevan saat Matahari terbenam pada tanggal 4 dan 5 Agustus 2024.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Oleh karena itu, tanggal 4 dan 5 Agustus menjadi hari-hari penting untuk diperhatikan dalam penentuan awal bulan Safar, baik melalui rukyat maupun hisab.
Penentuan Awal Bulan Safar 1446 H: Informasi dan Metode
Pada bulan Agustus 2024, bulan Safar 1446 H akan dimulai, dan BMKG telah memberikan data astronomis penting untuk membantu penentuan awal bulan tersebut. Informasi yang disediakan mencakup waktu konjungsi ijtima’, peta ketinggian Hilal, serta data lainnya yang berkaitan dengan pengamatan bulan baru. Konjungsi ijtima’ yang akan terjadi pada 4 Agustus 2024 menjadi titik awal penting dalam menentukan awal bulan Safar.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu












