Syahrul Alim juga mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya acara berskala internasional tersebut, menyebut kehadiran banyak tokoh nasional dan tamu dari mancanegara sebagai bukti bahwa Blitar memiliki daya tarik global.
“Ini kebanggaan bagi Kota Blitar. Banyak tokoh dari berbagai negara datang untuk mengenang 70 tahun KAA. Artinya, Blitar punya daya tarik global,” tegasnya.
Baca Juga: CV Lang Buana Kembangkan Benih Tebu Unggul untuk Dukung Swasembada Gula
Menyambut hal ini, Pemerintah Kota Blitar menyiapkan pemandu wisata berbahasa asing untuk memperkenalkan Makam Bung Karno. Syahrul Alim menyoroti bahwa Makam Proklamator bangsa yang ada di Blitar adalah potensi besar dan unik di dunia.
Baik DPRD maupun pemerintah daerah, yang dipelopori oleh semangat Syahrul Alim, kini sepakat mendorong agar peringatan KAA dapat digelar rutin setiap tahun di Blitar. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penghormatan warisan Bung Karno, tetapi juga simbol diplomasi budaya yang memperkuat posisi Blitar sebagai kota sejarah dan kota dunia.
Baca Juga: Panen Raya Jagung Serentak, Polres Blitar Dukung Swasembada Pangan Nasional
“Bangsa-bangsa lain selalu ingin tahu siapa pendiri Indonesia. Dan ketika mereka datang ke sini, mereka melihat langsung jejak Bung Karno. Itulah kebanggaan kita,” pungkas dr. Syahrul Alim. **












