Ia menambahkan, Shigor Super Camp kali ini dibuat sedemikian rupa seperti jambore dan ditutup dengan pagelaran seni panggung gembira. Hal itu diadakan harapan dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak bahwa santri itu keren dan tidak terbelakang.
“Kegiatan yang dibuka oleh Jonaidi, anggota DPRD Provinsi Bengkulu, dan diarahkan langsung oleh kepala Desa Bukit Peninjauan 1 mengajarkan interaksi sosial yang kian hari semakin memprihatinkan pada generasi muda harapan bangsa yang larut dalam dunia gadget dan medsos. Sehingga, melupakan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang Indonesia yang silih asah silih asih silih asuh,” ujarnya.
Baca Juga: Wapres Gibran Bikin Kejutan Lebaran untuk Ratusan Anak Yatim, Isinya Bikin Semangat
H Agususanto Lc selaku pembina Shigor Center Bengkulu yang juga mantan Presiden Mahasiswa Indonesia di Mesir berharap para peserta Shigor Super Camp ini akan menjadi santri-santri di kemudian hari. “Kita tumbuhkan minat dan kecintaan mereka akan agama lewat nilai-nilai pendidikan pesantren,” kata Agus.












