Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

Ironi Kota Wisata: PIPP, “Etalase” Blitar di Dekat Makam Bung Karno, Kini Tenggelam Dalam Gelap

Prawoto Sadewo
×

Ironi Kota Wisata: PIPP, “Etalase” Blitar di Dekat Makam Bung Karno, Kini Tenggelam Dalam Gelap

Sebarkan artikel ini

Ia berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi itu. “Kota wisata seharusnya terang dan hidup. Kalau dibiarkan gelap begini, bukan hanya pengunjung yang takut, tapi juga membuat kesan kumuh. Saya lihat banyak sampah juga berserakan,” tambahnya.

Para pedagang mengaku sudah berkali-kali melapor, namun belum ada tindakan nyata. “Dulu sempat dibenahi, tapi cuma sebentar. Setelah itu mati lagi. Kami seperti bicara ke tembok,” ungkap salah satu PKL lain dengan nada kecewa.

Baca Juga: Harga Anjlok, Ratusan Peternak Rakyat Bagikan Satu Juta Telur Gratis

Selain berdampak pada sektor ekonomi, warga sekitar juga mulai khawatir terhadap aspek keamanan. “Kalau gelap, rawan. Bisa saja ada tindak kriminal, apalagi banyak wisatawan luar kota yang tidak tahu situasi. Ini bisa mencoreng nama Blitar,” kata Suwandi (50), warga sekitar lokasi.

Sementara itu, pemerhati pariwisata lokal Eko Prasetyo menilai, masalah penerangan publik tidak boleh dianggap remeh.

Baca Juga: Diduga Jadi Arena Judi Sabung Ayam, Lokasi Aduan Ayam di Sidorejo Ponggok Digrebeg Polisi

“PIPP itu etalase kota. Kalau pusat wisata di jantung kota saja dibiarkan gelap, bagaimana bisa kita bicara soal promosi pariwisata? Lampu itu bukan sekadar soal terang, tapi simbol kehidupan dan keamanan kota,” tegasnya.

Ia menambahkan, penerangan yang baik akan mendorong ekonomi malam tumbuh dan memberi rasa aman bagi masyarakat. “Tanpa cahaya, tidak ada aktivitas. Tanpa aktivitas, ekonomi mati. Ini seharusnya menjadi prioritas bagi pemerintah,” pungkasnya.

Baca Juga: Kurban Bersama Kader Banteng, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Sembelih 3 Ekor Sapi

Kini, warga dan pelaku usaha di kawasan PIPP hanya bisa berharap. Mereka menunggu langkah cepat Pemerintah Kota Blitar untuk memperbaiki fasilitas dasar yang sudah lama terbengkalai. Sebab, bagi mereka, kota wisata seharusnya bersinar bukan tenggelam dalam gelap.