Sebagai informasi, rumah kolong atau rumah panggung ini akan dibangun dengan ketinggian kolong 2,5 meter. Dengan demikian, saat banjir datang, warga tidak perlu khawatir kebasahan dan dapat menggunakan perahu untuk mengakses jalan.
Gubernur Jawa Barat mengaku telah meninjau langsung lokasi banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Ia mengakui bahwa relokasi warga yang tinggal di daerah rawan banjir sulit dilakukan, sehingga diperlukan solusi alternatif.
“Pembangunan rumah kolong adalah solusi yang tepat. Pemprov Jabar akan menyiapkan desain arsitektur rumah kolong tersebut, sehingga warga dapat beradaptasi saat banjir datang,” ujarnya.
Selain itu, Dedi juga berharap agar pembangunan Bendungan Cibeet segera direalisasikan untuk mengatasi luapan Sungai Cibeet yang sering menyebabkan banjir di Desa Karangligar dan sekitarnya.












