Ia mengharap hal itu dalam berbeda dengan tingkatkan kesadaran atas keutamaan norma pada media digital. Ruslina menjelaskan dunia digital sama dengan dunia riil, ada macam kultur dan budaya yang perlu disegani.
Hubungan macam budaya di dunia digital memerlukan standard baru etika atau norma yang sering disebutkan etika digital.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Dalam pada itu, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bina Darma Rahma Santhi Zinaida yang jadi pembicara dalam seminar-online itu menjelaskan warga harus mempunyai pemikiran yang positif saat masuk ke dunia digital.
Maknanya, tidak gampang mengadili orang dengan memberi komentar mengejek atau jelek. “Jadilah netizen yang kreatif. Dapat dengan membuat content yang berguna atau melipur,” kata dia.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Kehadiran program Pergerakan Nasional Literasi Digital oleh Kemenkominfo diharap bisa menggerakkan warga memakai internet dengan cerdas, positif, produktif, dan inovatif.
Aktivitas ini terutamanya diperuntukkan untuk beberapa komunitas di daerah Kalimantan dan sekelilingnya untuk membuat komune pintar, tapi juga menolong menyiapkan sumber daya manusia yang lebih baik dalam manfaatkan internet secara positif, krisis, dan inovatif di zaman industri 4.0.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele












