Lebih lanjut, Bupati Rijanto mengajak seluruh hadirin untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan serta meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri terdahulu. Ia menegaskan bahwa semangat jihad masa kini adalah dengan berkontribusi nyata melalui pendidikan, karya, dan pengabdian demi kemajuan bangsa.
“Marilah kita terus mengingat jasa para pahlawan, terutama para ulama dan santri yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan melakukan hal-hal yang membawa manfaat dan kemaslahatan bagi bangsa Indonesia,” pesannya penuh makna.
Baca Juga: Era Digital dan Tantangan Akurasi, Jairi Irawan Gelar Diskusi Bersama Jurnalis Blitar
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata pemerintah pusat terhadap pengembangan pesantren, mulai dari pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren hingga penerbitan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
“Semua ini adalah bukti bahwa negara tidak menutup mata terhadap jasa besar pesantren. Negara berhutang budi kepada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral serta penjaga keutuhan bangsa,” pungkas Bupati Rijanto disambut tepuk tangan hadirin.
Baca Juga: Retribusi atau Pungli? Jalur Perbatasan Blitar–Malang Disorot
Suasana malam itu terasa haru sekaligus membangkitkan kebanggaan. Ribuan santri menyanyikan lagu Ya Lal Wathan dengan penuh semangat, menegaskan bahwa santri tidak hanya bagian dari sejarah perjuangan, tetapi juga penentu arah masa depan Indonesia.**












