Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Harga Obat di Malaysia Jauh Lebih Murah, Mengapa Harga Obat di Indonesia Lebih Mahal?

×

Harga Obat di Malaysia Jauh Lebih Murah, Mengapa Harga Obat di Indonesia Lebih Mahal?

Sebarkan artikel ini
Harga Obat di Malaysia Jauh Lebih Murah, Mengapa Harga Obat di Indonesia Lebih Mahal?
Harga Obat di Malaysia Jauh Lebih Murah, Mengapa Harga Obat di Indonesia Lebih Mahal?

Ketiga, masalah koordinasi antara kementerian atau lembaga terkait. Ia memberikan contoh bahwa jika Indonesia ingin mengimpor alat ultrasonografi (USG) secara utuh, maka alat tersebut tidak dikenakan bea masuk. Namun, jika ingin memproduksi alkes sendiri tetapi masih membutuhkan beberapa komponen impor, bea masuknya bisa mencapai 15 persen.

“Ini menunjukkan adanya inkonsistensi. Di satu sisi kita ingin mendorong industri dalam negeri, tetapi di sisi lain insentif pendukungnya tidak sejalan,” ujar Budi.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Lebih lanjut, Budi juga mendorong agar industri kesehatan dalam negeri dapat berkembang lebih maju sehingga mampu memberikan kekuatan bagi Indonesia jika terjadi pandemi di masa mendatang.

Saat ini, Kemenkes sedang berkoordinasi dengan asosiasi industri kesehatan dan asosiasi farmasi untuk mencari solusi terkait masalah ini.

“Saya rasa, jika negara lain bisa mendapatkan harga obat yang lebih murah, seharusnya kita juga bisa menuju ke arah yang sama,” kata Budi.

Upaya Pemerintah Menurunkan Harga Obat di Indonesia

Perbedaan harga obat yang signifikan antara Indonesia dan Malaysia menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti beberapa faktor yang menyebabkan mahalnya harga obat di dalam negeri. Inefisiensi dalam jalur perdagangan dan pajak alat kesehatan menjadi dua masalah utama yang sedang diupayakan untuk diperbaiki.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini