Sosialisasi ini juga mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, yang menargetkan pembentukan 80 ribu KMP di seluruh Indonesia. Melalui program ini, diharapkan ekonomi desa dapat lebih mandiri dan masyarakat semakin sejahtera.
Acara ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab, di mana Guntur berharap peserta dapat lebih memahami tentang KMP dan manfaatnya.
Baca Juga: Safari Ramadan NasDem di Blitar, Saan Mustopa Serukan Persatuan di Pusara Bung Karno
“Saya ingin masyarakat yang tadinya bingung dapat mendapatkan penjelasan yang memadai tentang program ini,” ujarnya.
Selain itu, Guntur juga menyoroti potensi ekonomi Kabupaten Blitar, terutama dari pasar desa.
Baca Juga: Ngopi Ramadan Jadi Panggung Evaluasi Kritis, Reformasi Struktural Jadi Tuntutan Kota Blitar
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membuka peluang bagi desa-desa untuk mengajukan bantuan keuangan guna pengembangan infrastruktur ekonomi tingkat desa, dengan bantuan maksimal mencapai Rp1 miliar per desa,” jelas Guntur Wahono.
Menurut Guntur, dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan dan revitalisasi pasar desa serta infrastruktur pendukung lainnya. Namun, ia juga mengingatkan tentang kendala yang dihadapi beberapa desa dalam pembangunan jalan.
Baca Juga: Solid dan Humanis, PSHT Letting 2025 Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Aksi Ramadan
“Kalau mengandalkan dari dana desa, tidak mungkin karena anggaran terbatas,” imbuhnya.
Guntur juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Blitar dapat menambah alokasi anggaran untuk memenuhi kebutuhan mobil operasional bagi desa.
“Dari 248 desa kelurahan yang ada di Kabupaten Blitar, baru 55 desa yang sudah mendapatkan mobil operasional. Harapan masyarakat harus ada penambahan lagi dari pemerintah Kabupaten Blitar,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Guntur Wahono berharap dapat memperkuat kerjasama antar kelembagaan di desa dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Blitar. **












