Blitar, memo.co.id
Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, S.E., menggelar kegiatan sosialisasi, lokakarya, seminar, dan sarasehan bertajuk “Solosemiran” yang mengundang para ketua koperasi Merah Putih se-Kabupaten Blitar yang sudah memiliki legalitas atau badan hukum. Acara ini diselenggarakan di Hall Hotel Grand Mansion, Kanigoro, dan diikuti oleh perwakilan dari 98 desa.
Baca Juga: Bursa Ketua DPC PKB Blitar Memanas, Gus Tamim dan Fathoni Muncul Sebagai Penantang Serius Mak Rini
“Ya hari ini kita mengadakan ‘solosemiran’ yaitu sosialisasi lokakarya seminar dan sarasehan,” ujar Guntur Wahono.
“Nah hari ini sekitar 98 desa yang sudah ada koperasi Merah Putih dan berbadan hukum, nantinya kita akan lanjutkan dengan desa lain pada kesempatan lainnya.”
Baca Juga: Dari Jalanan Menuju Kemandirian, Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar
Guntur menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pembekalan kepada para pengurus koperasi Merah Putih yang baru terbentuk.
“Kepentingannya adalah, setelah mereka dibentuk koperasi Merah Putih, mereka perlu pembekalan,” jelas Guntur.
Baca Juga: Pesta Mercon di Tengah Jalan Picu Keributan, Warga Tantang Polisi: “Buka Baju, Sekalian Kelahi!”
Ia menambahkan bahwa pembekalan diberikan langsung oleh narasumber yang kompeten, diantaranya Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, Slamet Sutanto, serta Pak Didik dan Ibu Rosa dari Dinas Koperasi Kabupaten Blitar.
Guntur berharap melalui dialog dan tanya jawab dalam kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan pencerahan dan solusi atas persoalan yang mungkin mereka hadapi.
“Harapan kita, kalau mereka merasakan kurang yakin atau ada persoalan-persoalan pada pertemuan kali ini, dengan adanya dialog serta tanya jawab mereka akan ada pencerahan,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang. “Kita juga sepakat kegiatan ini akan berkelanjutan, kita akan memberikan penjelasan ataupun solusi pada sosialisasi berikutnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Didik dari Dinas Koperasi Kabupaten Blitar turut menambahkan bahwa setelah terbentuknya koperasi, akan disediakan pendamping dan pembinaan untuk meningkatkan persiapan sumber daya manusia (SDM) koperasi Merah Putih di desa-desa. “Jadi nanti ketika mereka sudah terbentuk, dalam rangka peningkatan persiapan SDM mereka (koperasi Merah Putih di desa-desa di Kabupaten Blitar), mereka akan disediakan satu pendamping dan pembinaan,” jelas Didik.
“Nantinya akan ada pembinaan bagaimana cara mengelola koperasi baik dari segi organisasi maupun usahanya.” Ia juga menyampaikan rencana untuk menerapkan tata kelola yang lebih modern dengan melibatkan para anak muda profesional.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Koperasi Wilayah Jawa Timur, Slamet Sutanto, sebagai narasumber, menyampaikan dukungan Dekopinwil Jawa Timur dalam memfasilitasi kerja sama lintas daerah dan antar koperasi melalui jejaring usaha koperasi (JUK).
“Dari sisi fasilitasi kita akan membantu persoalan untuk kerja sama lintas daerah, lintas koperasi antar koperasi melalui jejaring usaha koperasi (JUK),” jelasnya.
Slamet Sutanto juga menekankan pentingnya kualitas SDM pengelola koperasi. “Dewan Koperasi Jawa Timur sudah menyiapkan lembaga pendidikan koperasi atau biasa disebut Lapenkopwil,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Dimana tenaga-tenaga ini sudah teruji kompetensinya dan wajib mengikuti sertifikasi sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.” Mengakhiri paparannya, Slamet Sutanto menegaskan optimisme terhadap keberhasilan koperasi Merah Putih. “Prinsipnya koperasi Merah Putih harus sukses,” tutupnya.(*












