Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Metropolis

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo : Perbaiki atau Saya Bawa ke Kejaksaan !

A. Daroini
×

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo : Perbaiki atau Saya Bawa ke Kejaksaan !

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Perbaiki atau Saya Bawa ke Kejaksaan

Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo mengecek sekolah yang baru dibangun di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Ganjar mendapati sekolah tersebut dibangun secara asal-asalan.

Awalnya, Ganjar melihat keanehan di beberapa bagian seperti besi pembatas tangga yang karatan, pengelasan tidak sempurna, lantai dan tembok retak , serta bata tempel yang tidak rapi. Ganjar juga sempat menendang pelan tembok yang ternyata dibuat dari hardboard dan langsung jebol itu.

Baca Juga: Fenomena Jenazah Warga Demak Hidup Lagi Saat Hendak Dimandikan Gegerkan Jagat Maya

“Ini apa-apan Mas? Jangan main-main ya, sekarang telpon Bos-mu, saya mau ngomong,” kata Ganjar kepada mandor di lokasi, Minggu (30/1/2022).

Mandor kemudian menelepon Heri yang disebut sebagai pimpinan proyek pembangunan. Ganjar lantas langsung berbicara dengan orang tersebut lewat sambungan telepon dengan nada tinggi.

Baca Juga: Penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional Oleh Kejagung Seret Mantan Kepala Dadan Hindayana

“Masih ingat saya dulu ngomong ya, jaga integritas dan kualitas, jangan korupsi, sekarang pekerjaanmu kayak gini. Mau saya bawa ke kejaksaan?” ucap Ganjar.

Ganjar meminta pihak kontraktor segera memperbaiki kualitas bangunan. Dia menegaskan tak akan menerima hasil pekerjaan jika pihak kontraktor tak memperbaiki masalah tersebut.
Menurut Ganjar, sekolah itu bakal menjadi SMA Negeri pertama di Tawangmangu yang telah dinantikan sejak lama. Ganjar pun mengaku tak ingin mengecewakan masyarakat setempat karena kualitas bangunan yang buruk.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

“Masa sudah selesai masih berantakan, pakunya semrawut, di atasnya nggak rapi. Saya telepon kontraktornya, saya katakan diperbaiki atau saya tolak. Besok saya kirim tim teknis bersama arsitek ke sini, saya ingin semua ngecek sebelum diserahterimakan,” ujar Ganjar.

“Saya nggak mau ada orang yang main-main untuk sekolahan,” sambungnya.