“Kami menyaksikan ada masalah yaitu dari dana CSR yang diberi tidak kembali on time karena pemasaran beberapa partner UMKM tidak optimal, mereka kurang telaten dalam mengurus upayanya saat usaha yang ditempuh belum memberi hasil optimal mereka memutuskan untuk ganti usaha baru hingga harus meniti kembali.
Wabah setahun lalu menggangu keberlangsungan usaha UMKM yang membuat mereka kehilangan konsumen khususnya pada UMKM non kulineran seperti penjual baju atau aksesori wanita.” Tutur Sekar.
Baca Juga: Menteri Koperasi Teten Masduki Ungkap Risiko Temu pada UMKM
Menangani masalah yang ada, team dedikasi warga ITTelkom Surabaya memberi pembimbingan untuk mengoptimalkan pemasaran dengan memberi pembelajaran sekitar digital pemasaran.
Mengangkat ide “Implementasi Digital Pemasaran dan Green Marketing” dengan lakukan training pemakaian media sosial atau e-commerce dan memberi Unique Selling Poin (USP) atau daya magnet produk memakai bahan alamiah berbentuk kertas yang bukan hanya memberikan dukungan green marketing tetapi meminimalkan kenaikan hasil sampah kemasan.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Beberapa kiat pintar yang lain diberi supaya produk UMKM supaya sanggup mencapai pasar yang bertambah luas.
Dalam pada itu, UMKM yang turut serta dalam dedikasi warga ini diantaranya pemilik UMKM Kulineran sari kedelai dan bumbu pecel “Mbok Yana”, produsen dimsum, pastel dan tahu bakso “Ais Food” dan toko sembako “Kamilah”.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Beberapa pemilik UMKM itu mengatakan berasa tertolong karena ada program dedikasi warga dari IT Telkom Surabaya. Keinginannya program ini akan memberi faedah periode panjang untuk beberapa pemilik UMKM itu.












