Kerugian dua perusahaan besar tersebut dikarenakan pandemi Covid yang tidak kunjung berhenti. Bahkan, pergasntian tahun, dari 2020 menuju 2021, keadaannya tidak akan berubah. Komndisi tersebut juga disikapi oleh para pengemudi ojek online.
. Kabar mergernya dua perusahaan tersebut, sebelumnya disampaikan oleh CEO Sift Bank, Masayoshi Kid, yang mendukung merger Grab dan Gojek. Softbank adalah investor terbesar Grab.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Menurut Igun apabila aspirasi dalam dialog tidak diperhatikan, pihaknya berencana melakukan unjuk rasa secara serentak atau bergelombang untuk menolak rencana tersebut kepada regulator dalam hal ini pemerintah.
“” Apabila aspirasi kami dari Garda sebagai asosiasi yang menaungi para mitra pengemudi ojol untuk membuka ruang dialog tidak diperhatikan maka langkah akhir kami menggelar aksi massa pengemudi ojol di seluruh Indonesia,”””” ungkap dia.
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat
Pihak Gojek dan Grab sejauh ini kompak tidak memberikan komentar atas isu merger. “”” Kami tidak dapat menanggapi report yang beredar di pasar,””” kata Chief Corporate Affairs, Nila Marita kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/12). (Alwi )












