Example floating
Example floating
Life StyleSehat Bugar

Gigitan Kucing Liar Mengancam Nyawa! Temuan Baru Mengejutkan

Alfi Fida
×

Gigitan Kucing Liar Mengancam Nyawa! Temuan Baru Mengejutkan

Sebarkan artikel ini
Gigitan Kucing Liar Mengancam Nyawa! Temuan Baru Mengejutkan
Gigitan Kucing Liar Mengancam Nyawa! Temuan Baru Mengejutkan

MEMO

Gigitan kucing liar mungkin lebih berbahaya daripada yang Anda perkirakan. Seorang pria di Inggris mengalami dampak mengerikan setelah terinfeksi oleh bakteri yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya akibat gigitan kucing.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Penelitian mengungkapkan bahwa interaksi dengan kucing liar membawa risiko serius bagi kesehatan manusia. Berikutnya, mari kita telusuri perjalanan perawatan pria ini dan implikasi temuan ini bagi masyarakat.

Kisah Pria Terinfeksi Bakteri Langka Akibat Gigitan Kucing Liar

Gigitan kucing liar di jalanan bisa jadi lebih berbahaya daripada yang Anda duga. Baru-baru ini, ada cerita seorang pria yang terinfeksi setelah digigit oleh kucing liar di Inggris. Pria berusia 48 tahun ini digigit oleh kucing liar dan mengalami dampak yang belum pernah terjadi sebelumnya menurut para ilmuwan.

Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum

Reaksi kekebalannya terhadap mikroorganisme asing ini sangat dramatis. Hanya dalam delapan jam setelah digigit, tangannya mulai membengkak dengan cepat. Keadaan ini memaksa dia untuk segera dibawa ke unit gawat darurat.

Dalam upaya penyembuhannya, lukanya dibersihkan dan dibalut, dan dia juga menerima suntikan tetanus. Dia diberikan antibiotik sebagai bagian dari perawatannya di rumah sakit.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Memanfaatkan Air Kelapa untuk Rambut Sehat!

Namun, perjalanan pemulihannya tidak semulus yang diharapkan. Sehari setelahnya, jari-jari kelingking dan tengah di tangan kirinya mulai membengkak dan terasa sangat sakit. Bahkan, lengan bawahnya juga mengalami pembengkakan dan kemerahan.

Karena kondisinya semakin memburuk, dokter memutuskan untuk melakukan operasi untuk menghilangkan jaringan yang rusak di sekitar luka. Selain itu, dia juga mendapatkan tiga jenis antibiotik yang berbeda melalui infus. Setelah itu, dia harus melanjutkan pengobatan dengan antibiotik oral di rumah.

Beruntung, perawatan yang diberikan berhasil memulihkan pria ini sepenuhnya. Namun, para dokter masih penasaran dan berusaha mencari tahu lebih lanjut tentang apa yang terjadi. Setelah menganalisis sampel dari lukanya, mereka menemukan jenis bakteri yang tidak dikenal sebelumnya.

Ini adalah jenis Streptococcus yang tidak diketahui oleh para ilmuwan sebelumnya. Streptococcus sendiri adalah jenis bakteri gram positif yang seringkali terkait dengan penyakit seperti meningitis, radang tenggorokan, radang paru-paru bakteri, dan mata merah.

Implikasi Bahaya Gigitan Kucing Liar dan Langkah Pencegahannya

Namun, ketika para peneliti menganalisis genom bakteri ini, mereka tidak menemukan persamaan dengan strain bakteri yang sudah ada sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa ini adalah jenis bakteri yang baru dan belum pernah tercatat sebelumnya.

Bakteri ini akhirnya diidentifikasi sebagai jenis bakteri Gram-positif yang disebut Globicatella. Hasil sekuensing genom menunjukkan bahwa bakteri ini berbeda sekitar 20 persen dari jenis terkait lainnya, menunjukkan bahwa ini adalah “spesies yang berbeda dan sebelumnya tidak diketahui”.