Example floating
Example floating
Internasional

Gaza Memanas, Direktur RS Indonesia Tewas Bersama Keluarga, Kebiadaban Israel Kian Membabi Buta!

A. Daroini
×

Gaza Memanas, Direktur RS Indonesia Tewas Bersama Keluarga, Kebiadaban Israel Kian Membabi Buta!

Sebarkan artikel ini
Direktur RS Indonesia Tewas Bersama Keluarga, Kebiadaban Israel Kian Membabi Buta!

Memo.co.id
Serangan udara Israel pada Rabu, 2 Juli 2025, kembali menorehkan luka mendalam di Jalur Gaza. Kali ini, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Marwan Al-Sultan, gugur bersama istri dan anak-anaknya di kediaman sementara mereka.

Tragedi ini bukan hanya sekadar berita duka, melainkan bukti nyata kebiadaban Israel yang terus melampaui batas kemanusiaan.

Baca Juga: Mengapa Palestina Tak Kunjung Merdeka? Rahasia Dibalik Konflik Abadi Timur Tengah

Organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia memastikan Marwan dan keluarganya meninggal dalam serangan langsung, menambah daftar panjang pelanggaran hukum internasional oleh Zionis.

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza sendiri sudah berulang kali menjadi sasaran tembak tentara Israel sejak agresi 7 Oktober 2023, yang menyebabkan kerusakan parah dan menghambat layanan kesehatan vital.

Baca Juga: Joe Biden Penuhi Keluarga Korban! Terungkap, Tindakan Berani untuk Mereka

Kecaman pun berdatangan dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, dengan tegas mengutuk kebrutalan Israel ini, menyerukan semua pihak untuk berupaya menghentikan genosida yang sedang berlangsung.

Israel terus menunjukkan kejahatan luar biasa terhadap warga sipil, fasilitas sipil, rumah sakit, dan tenaga medis, jelas melanggar Konvensi Den Haag 1907 dan Konvensi Jenewa IV 1949.

Baca Juga: Intelijen AS Bantah Klaim Israel Iran Kembangkan Senjata Nuklir Dalih Serangan Netanyahu Terkuak

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR, Mardani Ali Sera, turut mengutuk serangan ini, menyebutnya sebagai bukti nyata pelanggaran misi kemanusiaan dan kejahatan perang yang tidak bisa ditoleransi.

Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk, dengan laporan 67 warga Palestina tewas dalam 24 jam terakhir, termasuk 11 orang yang menjadi korban jiwa saat sedang mengantre bantuan kemanusiaan. Dunia tidak boleh terus membiarkan kejahatan kemanusiaan ini tanpa konsekuensi.