Example floating
Example floating
Home

Ganjar Pranowo Ungkap Rahasia Dukungan Jenderal Terhadap Prabowo!

Alfi Fida
×

Ganjar Pranowo Ungkap Rahasia Dukungan Jenderal Terhadap Prabowo!

Sebarkan artikel ini
Ganjar Pranowo Ungkap Rahasia Dukungan Jenderal Terhadap Prabowo!
Ganjar Pranowo Ungkap Rahasia Dukungan Jenderal Terhadap Prabowo!

Menanggapi pernyataan Ganjar, Luhut membantah bahwa dia tidak konsisten dan mencla-mencle.

“Saya tidak pernah melakukan tindakan tidak konsisten. Orang yang tidak konsisten adalah dia (Ganjar),” tegas Luhut di Kemenko Marves, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/2).

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Pada Pilpres 2019, Luhut, Agum, Gumelar, dan Wiranto mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang berhadapan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Saat itu, Agum pernah menyatakan bahwa Prabowo terbukti melakukan pelanggaran berat dalam kasus penculikan aktivis tahun 1998.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb

Agum bahkan mengaku mengetahui bagaimana korban penculikan itu dibunuh dan dibuang.

“Tim Mawar yang melakukan penculikan itu bekas anak buah saya juga, saya juga melakukan pendekatan dari hati ke hati,” kata Agum dalam sebuah diskusi yang rekamannya diunggah oleh Ulin Ni’am Yusron pada tanggal 11 Maret 2019.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Dinamika Dukungan Militer dalam Politik: Refleksi dari Kontroversi Pilpres 2019 dan Implikasinya untuk Pilpres 2024

Dalam menghadapi pernyataan Ganjar, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan ketidak-konsistensian sebagai respons. Meskipun demikian, pandangan tersebut memperlihatkan kompleksitas politik di Indonesia, terutama dalam konteks dukungan politik dari tokoh-tokoh militer terhadap calon presiden.

Di Pilpres 2019, Luhut, bersama dengan Agum Gumelar, Wiranto, dan lainnya, mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, sementara Prabowo Subianto dihadapkan pada isu-isu kontroversial terkait rekam jejaknya.

Kontroversi ini menyoroti peran dan pandangan purnawirawan TNI dalam politik Indonesia, menambah dinamika jelang Pilpres 2024.