Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Tulungagung

Fokus Ketahanan Pangan dan Sanitas Warga, TMMD ke-130 Tulungagung Pacu Progres Fisik

A. Daroini
×

Fokus Ketahanan Pangan dan Sanitas Warga, TMMD ke-130 Tulungagung Pacu Progres Fisik

Sebarkan artikel ini
Fokus Ketahanan Pangan dan Sanitas Warga TMMD ke-130 Tulungagung Pacu Progres Fisik

Memo, Tulungagung — Komando Distrik Militer (Kodim) 0807/Tulungagung mempercepat pengerjaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 yang menargetkan penguatan sektor pertanian hingga sanitasi dasar warga di Kecamatan Boyolangu dan Campurdarat.

Peninjauan lapangan yang dipimpin Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Inf Hanny Galih Satrio pada Senin (26/10/2026) mencatat percepatan signifikan, salah satunya pemasangan lima unit irigasi pompa yang telah menembus angka 85 persen menjelang penutupan kegiatan pada 11 November 2026.

Penekanan pada penyiapan sarana pengairan di Kecamatan Boyolangu menjadi langkah strategis guna menjamin ketersediaan air pasokan lahan pertanian lokal.

Di saat yang sama, tim gabungan juga menggenjot pembangunan fisik sektor kesehatan masyarakat di Kecamatan Campurdarat, mulai dari fasilitas MCK empat bilik yang telah mencapai 55 persen, perbaikan delapan unit jamban keluarga, hingga rehabilitasi musala.

Selain infrastruktur penunjang pertanian dan sanitasi, program terpadu ini merehabilitasi delapan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan capaian rata-rata melampaui 60 persen.

Untuk mempermudah aksesibilitas mobilitas dan distribusi hasil tani warga, pengerjaan jalan rabat beton sepanjang 1,37 kilometer di Desa Pojok juga terus dikebut dan kini telah merampungkan sekitar 1,1 kilometer (80 persen).

Dandim 0807/Tulungagung Letkol Inf Hanny Galih Satrio menegaskan pentingnya pemantauan rutin untuk memisahkan fokus kecepatan pengerjaan dengan aspek ketahanan bangunan di lapangan.

“Melalui peninjauan ini, kami ingin memastikan seluruh sasaran fisik TMMD berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Dari hasil pengecekan, pembangunan jalan rabat beton sudah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan pengerjaan RTLH rata-rata di atas 60 persen. Untuk jamban, beberapa unit bahkan sudah mendekati penyelesaian,” ujar Hanny.

Ia menambahkan bahwa program yang berlangsung sejak 13 Oktober 2026 ini mengandalkan sinergi lintas instansi—melibatkan kekuatan personel TNI AL, TNI AU, TNI AD, Polri, hingga Satpol PP—yang bahu-membahu bersama warga setempat.

“Partisipasi warga sangat penting karena keberhasilan program ini tidak terlepas dari kebersamaan dan semangat gotong royong di lapangan,” pungkasnya. (Adv/Kominfo)