Meski bekerja di bawah atap seadanya dan dikelilingi pagar bambu yang sederhana, Kojin dan Sukri tak pernah mengeluh. Justru mereka bangga karena sampai hari ini, belum ada satu pun warga yang mengeluhkan keberadaan TPS.
“Sampah dibuang tiga kali sehari ke TPA di Pare. Jadi tidak sempat menumpuk,” ujar warga yang sering lewat TPS, memuji kinerja keduanya.
Baca Juga: Penemuan Artefak Batu Yoni di Sawah Kediri Menguak Jejak Peradaban Masa Lalu
Dua sosok ini bukan hanya penjaga sampah, tapi penjaga kenyamanan lingkungan. Kerja mereka menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak selalu bergantung pada teknologi mahal, tetapi pada niat, ketelatenan, dan kepedulian terhadap kebersihan bersama.












