Kudus, Memo
Diterpa pandemi bisnisnya bangkrut. Kini bangkit lagi dengan jualan Sembako dan makanan Fress Food. Pandemi Covid, merubah tatanan usaha kecil menengah. Resa Desiana, ( 32 tahun ) pemilik Bakso King, sejak wabah corona masuk Indonesia, pendapatan Bakso King terus merosot.
Ada titik dimana, penghasilannya, tidak cukup membeli bahan menntah bakso. Gerai bakso itu bajgkrut diterjang masa pandemi covid.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Berada di Jalan Kudus– Jepara, tepatnya selatan lampu merah Yakis, Garunglor Kec Kaliwungu,Kudus terlihat bangunan semi permanen beratap galvalum. Di bagian depan, terbentang tulisan Bakso balungan dan mie ayam ceker. Tempat tersebut, awalnya gerai Bakso King yang sudah tutup, imbas dari pandemi covid.
“ Semenjak ada corona omzet Bakso King turun menerus. Kemudian bangkrut. Dengan terpaksa aku menutup seluruh warung bakso yang ku memiliki,” ucap wanita itu.
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat
Warga Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus itu mengaku sempat memiliki 8 warung bakso yang tersebar di Kudus, Demak, serta Jepara. Semuanya gulung tikar , kala virus Covid- 19 , menjadi pandemi di Indonesia.
“ Dampaknya, saya banyak hutang di bank. Saya stress, serta nangis terus. Bahkan, sempat menutup diri dari pergaulan, dan rendah diri bertemu orang,” urai Resa.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April
Tetapi, katanya lagi, saat menutup diri dan merenung, dia kasihan dengan karyawannya. Jika ia yang memiliki usaha dapat terimbas, apalagi karyawannya, yang selama ini tergantung pada bisnisnya. Semenjak seperti itu Resa mulai berfikiran buat merintis usaha lagi.












