Example floating
Example floating
Abata

Diselamatkan Ikan Cucut Saat Perahu Dihantam Badai, Ini Karomah Sunan Drajat

A. Daroini
×

Diselamatkan Ikan Cucut Saat Perahu Dihantam Badai, Ini Karomah Sunan Drajat

Sebarkan artikel ini
Diselamatkan Ikan Cucut Saat Perahu Dihantam Badai, Ini Karomah Sunan Drajat

SUNAN Drajat lahir pada 1470 Masehi. Nama kecilnya Raden Qasim. Dia merupakan putera Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang. Dia memiliki gelar Raden Syarifudin dan Sunan Mayang Madu.

Sejak kecil, Raden Qasim terkenal karena kecerdasannya. Dia belajar ilmu agama Islam langsung dari Sunan Ampel. Saat dewasa, dia mendirikan pondok pesantren Dalam Duwur, di Desa Drajat, Paciran, Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Ini Jawaban Abdullah bin Umar Saat Diminta Tulis Segala Hal tentang Ilmu

Sunan Drajat dikenal dengan catur piwulangnya, yakni berilah tongkat pada orang buta, berilah makan pada orang yang kelaparan, berilah pakaian pada orang yang tidak berpakaian, dan berilah payung pada orang yang kehujanan.

Sunan Drajat juga dikenal dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi, terutama kepada fakir miskin. Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengentaskan kemiskinan, baru kemudian mengajarkan agama Islam.

Baca Juga: Panduan Ibadah Malam Nisfu Syaban 2026 Lengkap Jadwal Doa dan Amalan Sunnah

Selain belajar Islam dari ayahnya, dia juga banyak belajar kepada kakaknya Sunan Bonang, di Ngampel Gading atau Ampel Denta. Dia juga belajar agama Islam dari Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati Cirebon.

Di Cirebon, dia bertemu dan jadi saudara seperguruan Pangeran Makhdun, Pengeran Welang, dan Pangeran Arya Dila.

Baca Juga: Era Baru Ibadah Suci: UU PIHU 2025 Buka Pintu Umrah Mandiri, Didukung Platform Digital Canggih Arab Saudi

Raden Qasim diangkat menjadi anggota Wali Songo berdasarkan musyawarah para wali di Keraton Pakungwati, Cirebon, menggantikan Syekh Siti Jenar yang telah meninggal. Dia melakukan dakwah Islam, di Tuban dan Gresik.