Usai menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparanwansa dengan Sekjen DPP PDIP Hastro Kristiyanto, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, mulai diseret seret dalam running Pilihan Gubernur Jawa Timur 2024.
Pertemuan ketiga tokoh tersebut, sengaja tertutup bagi siapa saja. Publik menduga duga, Sekjen PDIP Hasto melakukan pendekatan kepada Gubernur Jatim Khofifah, untuk suksesi kepemimpinan 2024 mendatang. Namun, belum ada realease resmi dari pejabat bersangkutan, untuk apa pertemuan tertutup itu.
Baca Juga: Jaksa Tuntut Dua Tahun Penjara untuk Terdakwa Pemerasan Modus Kencan Sesama Jenis di Surabaya
Bahkan, beredar kabar, Sekjen Hasto Kristiyanto, mengajak Gubernur Khofifah untuk menjadi bagian dari gerbong PDIP. Beredar rumor pula, DPP PDIP menggandengkan KHofifah dengan Eri Cahyadi, untuk runnting Pilkada Gubernur Jawa Timur 2024 nanti.
Terkait dengan rumor tersebut, Eri Cahyadi menolak untuk diseret seret dalam politik Jawa Timur. Alasan Eri, dia sebagai Walikota Surabaya akan terus berbuat untuk warga Surabaya.
Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan
Eri mengaku keberadaannya di Surabaya, khusus untuk arek Suroboyo. Dia tidak mau dfiwacanakan dalam running Pilgub Jatim.
Ditanyai soal kemungkinan maju dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jatim 2024, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menampik. Dia menyebut, belum banyak bekerja untuk warga Surabaya.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov Jatim, YDSF Dukung Pondok Ramadhan untuk Disabilitas Pendengaran
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, belum banyak yang dilakukan untuk warga Kota Surabaya sejak menjabat 2021 lalu.
“Hidup saya sesuai sama izin dari umi saya itu diberikan untuk warga Surabaya. Hari ini saya belum berbuat banyak untuk warga Surabaya,” kata Eri ditemui awak media, Jumat (11/11/2022).
Mulai dari pandemi Covid-19, hingga pemulihan pascapandemi. Eri memastikan akan fokus bekerja untuk warga Surabaya hingga 2024, masa jabatannya selesai.
“Satu tahun sejak 2021 Februari saya dilantik sampai 2022, saya tidak kerja apa. Saya hanya kerja ngurusin Covid-19 sama vaksin. Baru bulan Maret 2022 saya baru kerja. Ngilangin banjir, padat karya, berarti apa ini, saya masih belum melakukan apa pun. Maka yang saya lakukan untuk warga Surabaya saja. Saya ya masih ada sampai 2024,” tandasnya.
Sebelumnya, Kamis (10/11/2022), Eri Cahyadi menyambut Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan dan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim di rumah dinasnya. Mereka menggelar pertemuan tertutup yang diklaim Hasto sebagai rahasia.
Namun ia mengaku, kemungkinan partainya mengusung Khofifah di Pilgub 2024. Tapi soal potensi Eri Cahyadi menjadi wakil gubernur, Hasto belum mau berkomentar.
“Belum kan belum, masih jauh, kita terus mencermati,” kata Hasto.












