Bagian tembok yang sudah retak dan miring nyaris roboh, terpaksa ditahan menggunakan batang kayu seadanya. “Kalau hujan deras, kami mengungsi ke teras rumah. Selain di dalam rumah bocor, kami juga kawatir jika sewaktu-waktu bangunan roboh,” ujar Siti Maimanah.
Gajinya sebagai guru PAUD yang tidak seberapa, dan suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan lepas penghasilannya tidak mementu. Kondisi ini membuat keluarga Siti Maimanah kesulitan untuk memperbaiki rumahnya. Jangankan untuk membangun rumah, untuk kebutuhan sehari-hari saja, mereka sudah pas-pasan.
Tragisnya nasib guru PAUD ini, viral di media sosial. Akhirnya, empati warga dari penjuru Kabupaten Ponorogo, bermunculan. Mereka dengan sukarela berdonasi untuk membantu guru PAUD dan keluarganya tersebut, agar bisa membangun rumah yang layak.












