Lebih lanjut, diungkapkan bahwa saat sang eksekutor beraksi di depan, rekannya bersembunyi di area taman belakang rumah, menunjukkan adanya koordinasi matang dalam pengintaian.
Beruntungnya, niat jahat kedua pria itu tak berbuah hasil. Mereka gagal masuk ke dalam rumah. Namun, insiden ini sontak memicu kegelisahan mendalam di tengah warga Surabaya, khususnya di wilayah Gunung Anyar. Desas-desus di media sosial menyebutkan bahwa duo pelaku ini bukan wajah baru; mereka diduga pernah beraksi di lokasi lain, termasuk hingga ke wilayah Sidoarjo, mengindikasikan adanya sindikat atau pola kejahatan serupa.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gunung Anyar Iptu Sumianto Harsya Fahroni membenarkan adanya percobaan pencurian tersebut. Ia juga tak menampik bahwa salah satu pelaku memang membawa senjata tajam. “Betul. Tidak hasil (gagal),” tegas Harsya pada Senin (7/7/2025), memberikan kepastian sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi setiap warga untuk selalu meningkatkan keamanan hunian dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama saat malam hari. Bagaimana kita bisa bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dari ancaman serupa?
Baca Juga: YDSF Salurkan THR Rp.3 Milyar untuk Sekitar 6.000 Guru Al-Quran di Akhir Ramadhan












