Kediri, Memo
Komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam menjamin hak kesehatan masyarakatnya membuahkan apresiasi tinggi di tingkat nasional. Melalui pencapaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kini menyentuh angka 99,21 persen, Kota Kediri resmi dinobatkan sebagai salah satu daerah dengan predikat Universal Health Coverage (UHC) terbaik pada ajang UHC Award 2026.
Keberhasilan ini mencerminkan bahwa hampir seluruh warga Kota Tahu kini telah terlindungi oleh payung jaminan kesehatan yang memadai, sekaligus menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial di sektor kesehatan.
Prestasi ini bukan diraih dalam waktu singkat, melainkan hasil dari konsistensi pengalokasian anggaran daerah dan validasi data yang dilakukan secara berkelanjutan. Penjabat Wali Kota Kediri saat menerima penghargaan tersebut menekankan bahwa angka 99,21 persen bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan komitmen nyata untuk memastikan tidak ada warga Kediri yang kesulitan mengakses pengobatan karena kendala biaya.
Dengan cakupan yang sangat luas ini, masyarakat kini dapat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan identitas kependudukan di berbagai fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Dikonfrontir 5 Kades, Nyali Camat Banyakan Kediri Hari Utomo, Ciut Tak Berkutik Ngaku Terima Suap
Tingginya angka kepesertaan JKN di Kota Kediri juga didorong oleh sinergi yang kuat antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Dinas Kesehatan hingga Dinas Sosial. Pemerintah daerah secara aktif menyisir warga dari kelompok rentan agar masuk ke dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didanai melalui APBD.
Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa keadilan sosial di bidang kesehatan dapat dirasakan hingga lapisan masyarakat paling bawah, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan tidak tetap.
Baca Juga: Camat Banyakan Akui Terima Uang Suap Pengisian Perangkat Desa Senilai Seratus Tiga Puluh Juta












