Example floating
Example floating
Metropolis

Butuh Uang, Pelajar SMA Surabaya Membunuh SPG Mataharai DepStore, Pacarnya Sendiri

A. Daroini
×

Butuh Uang, Pelajar SMA Surabaya Membunuh SPG Mataharai DepStore, Pacarnya Sendiri

Sebarkan artikel ini
Pembunuhan SPG Matahari Surabaya
Pembunuhan SPG Matahari Surabaya
Pembunuhan SPG Matahari Surabaya
Pembunuhan SPG Matahari Surabaya

Surabaya, Memo.co.id

Aldo (18) dan Clinton (18), keduanya pelajar SMA di Surabaya, ditangkap buser Polrestabes Surabaya di rumahnya
masing masing. Keduanya adalah pembunuh Yayuk (18) SPG Matahari Dept Store Royal Plasa Surabaya, yang tewas
ditemukan di hutan Mangrove Wonorejo Rungkut Surabaya. ABG tersebut dibunuh pacarnya sendiri sebelum dibuang di
hutan tersebut.

Baca Juga: Kejaksaan Madiun Edukasi Pelajar dengan Cara Unik

SPG Matahri tersebut ditemukan warga dalam kondisi sudah membusuk. Petugas yang melakukan evakuasi mayat korban
juga menemukan sayatan di bagian leher. Mayat Yayuk ketika ditemukan warga dalam kondisi mengambang di muara
sunbgai Pantai Timur Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal membenarkan penangkapan dua pelajar SMA di Surabaya tersebut. Aldo
dalah pacar korban. Sedang Clinton adalah teman Aldo. Peran Clinton dalam kasus pembunuhan terhadap SPG Matahari
Surabaya itu adalah membantu Aldo. Yang pertama kali melakukan pembunuhan terhadap Yayuk adalah pacarnya sendiri
yaitu Aldo.

Baca Juga: Cek Fakta Ramai Soal THR ASN Tahun 2026 Cair Awal Ramadhan Begini Kata Pemkab Lumajang Untuk Berikan Kepastian Bagi Pegawai

” Gara -garanya sepele. Yaitu minta uang Rp. 500 ribu untuk membayar kos pada Yayuk.” katanya. Korban Yayuk
adalah pacarnya Aldo. Aldo sengaja meminta uang pada Yayuk karena sudah terbiasa, sehabis gajian pasti menyisakan
uang sebesar Rp. 500 ribu. Sedang Aldo sangat membutuhkan uang tersebut untuk membayar kos kosan.

Kapolrestabes Surabaya M Iqbal menceritakan ketika awal kasus tersebut terjadi. Awalnya, pada Kamis 22 Desember
2016, petugas mendapatkan laporan penemuan jenasah korban di hutan mangrove Wonorejo, Rungkut. Di kawasan muara
Pantai Timur Surabaya tersebut, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Polisi langsung melakukan olah TKP
dan melakukan penyhelidikan setelah menemukan tanda tanda bekas penganiayaan di bagian tubuh korban.

Baca Juga: Dukung Kreativitas Reses di Dinoyo Sekolahan DPRD Surabaya Sosialisasikan Program Intervensi Gen Z Rp5 Juta Per RW Tahun 2026

Hasil penyelidikan polisi meyimpulkan korban yang berasal dari KOta Blitar tersebut diketahui dibuang di bibir
sungai Rolak Gunung Sari, tepatnya di bawah tol Surabaya – Malang, pada 19 Desember 2016, pukul 00.13. Setelah
visum et repertum, diketahui semuanya jika korban adalah korban pembunuhan yang sudah terjadi sejak 19 Desember.
Hasil identifikasi juga menemukan sidik jari orang lain di bagian baju korban.

Pada 30 Desember petiugas melakukan penangkapan dua pelaku di tempat terpisah setelah mengetahui petunjuk dan
buksi bukti serta saksi yang mengetahui kejadian pembunuhan berencana itu. Dua pelaku berhasil diamankan yang
pertama polisi tangkap Clinton di tempat persembunyiannya di salah satu rumah di Jalan Keputih. Selanjutnya Aldo
ditangkap di Jalan Dukuh Menanggal.

“Tragisnya kedua pelaku ini masih berusia di 18 tahun dan masih berstatus pelajar SMA, dan mereka merupakan teman
satu kos di daerah Bungurasih, Waru, Sidoarjo,” lanjut Iqbal. Polisi juga berhasil menyita barang bukti motor
Honda Vario W 4302 ZN dan satu pisau yang ditemukan di pintu keluar Terminal Bungurasih. ( mar )