Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

Bupati Blitar Hadiri Haul ke-68 Mbah Moedjair di Desa Papungan

Prawoto Sadewo
×

Bupati Blitar Hadiri Haul ke-68 Mbah Moedjair di Desa Papungan

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM., menghadiri acara Haul ke-68 Mbah Moedjair , di Desa Papungan Kecamatan Kanigoro. September merupakan momen haul Mbah Moedjair yang wafat di Desa Papungan pada 7 September 1957 silam dan tahun ini haul memasuki yang ke-68.

Baca Juga: Kurban Bersama Kader Banteng, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Sembelih 3 Ekor Sapi

Kegiatan Khotmil Quran dan Doa Bersama ini merupakan agenda tahunan untuk mendoakan dan mengenang perjuangan Mbah Moedjair dalam membudidayakan ikan mujair di kolam air tawar. Turut hadir pula Anak beserta cucu Mbah Moedjair.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa penemuan Mbah Moedjair yaitu Ikan laut yang bisa hidup di air tawar yang kemudian disebut dengan Ikan Mujair ini, telah membawa nama Kabupaten Blitar sampai di kancah Nasional. Semasa hidupnya, Mbah Moedjair pernah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 1951 dan penghargaan dari Executive Committee Indo Pacific Fisheries Council pada 1954.

Baca Juga: 14 Perguruan Silat Blitar Desak PAW Ketua IPSI, Katiman Dituding Tak Netral

“Penemuan ikan laut yang bisa hidup di air tawar ini telah membawa nama Blitar dikenal seantero negeri. Ikan mujair adalah kebanggaan daerah kita, dan sudah seharusnya kita terus menjaganya,” ujar Rijanto.

Bupati berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melupakan nama Ikan Mujair, dan terus mempopulerkan nama Ikan Mujair yang menjadi salah satu kebanggaan di Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon 2026 Dimulai, Kabupaten Blitar Optimistis Lampaui Target Nasional

“Jangan hanya berhenti pada cerita sejarahnya. Mujair harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi dan identitas Blitar. Ketika orang makan Mujair, mereka harus ingat Blitar,” ujarnya.

Haul ke-68 ditutup dengan tabur bunga. Bupati Rijanto menunduk khusyuk, menaburkan bunga, seakan memberi hormat pada rakyat kecil yang karyanya melampaui zaman. **