Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Buktikan Keseriusan BULOG Tidak Merugikan Petani, Imam Mahdi Beranikan Diri Buat Surat Pernyataan, Jika Melanggar Siap Dicopot Dari Jabatanya

Mulyadi Memo
×

Buktikan Keseriusan BULOG Tidak Merugikan Petani, Imam Mahdi Beranikan Diri Buat Surat Pernyataan, Jika Melanggar Siap Dicopot Dari Jabatanya

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Tidak diduga sebelumnya, Kabulog Kediri Imam Mahdi dalam pertemuanya bersama Bupati Nganjuk, Marhaen Jumadi dan puluhan kades di ruang rapat Gudang Baru Bulog ( GBB) Candirejo tiba tiba melontarkan kalimat pernyataan ” siap dicopot dari jabatannya” jika tidak bisa menyelesaikan persoalan penyerapan gabah petani ke BULOG secara tuntas.

Pernyataan sikap yang disampaikan Imam Mahdi seperti itu terkesan spontanitas. Itu setelah dari puluhan kepala desa satu persatu menghujani pertanyaan dan melontarkan kalimat protes seputar pelayanan BULOG dinilai tidak pro petani.

Baca Juga: Di Lingkungan Keluarga Dan Sekolah , Pelaku Pembacokan Dikenal Anak Pendiam Dan Tertutup, Benarkah Demikian ?, Ini Faktanya....

Itu dibuktikan seperti disampaikan sejumlah kepala desa muncul beragam kejadian diluar prosedur awal. Di dalamnya termasuk kebijakkan dan aturan yang ditetapkan BULOG selalu berubah ubah.

Baca Juga: Hanya Hitungan Jam, Pelaku Pembacokan Sonobekel Berhasil Diringkus Tim Satresmob Macan Wilis Polres Nganjuk Di Mojokerto

Sehingga membingungkan para petani.Tidak terkecuali kepala desa akhirnya kena imbasnya. Karena secara tidak langsung dibenturkan dengan petani gara gara aturan yang dipakai sudah keluar dari substansi sosialisasi sebelumnya.

Kebijakan BULOG yang menyalahi janji awal satu persatu diungkap para kades di dalam forum diantaranya all kwality dalam kondisi apapun tetap diterima. Tapi faktanya BULOG masih melakukan penolakan pada saat menerima kiriman gabah dari petani dengan alasan kwalitas barang jelek.

Baca Juga: Asmara Berdarah Di Malam Jumat Kliwon , Jembatan Widas Sonobekel Jadi Saksi Bisu.....

Termasuk pengiriman barang tidak akan merepotkan petani. Artinya armada BULOG akan melakukan penjemputan ke lokasi yang ditentukan petani. Tapi faktanya, pihak BULOG sudah tidak lagi mengeluarkan armada tapi petani wajib mengunakan armada sendiri.

Disampaikan juga oleh sejumlah kepala desa diruang diskusi soal kenapa aplikasi BULOG dengan mudahnya ditutup tanpa ada pemberitahuan sebelumnya ke petani lewat PPL selaku Satgas pangan mitra BULOG .

Dengan diberondong pertanyaan dan protes dari kepala desa, Imam Mahdi spontan menyampaikan permintaan maaf kepada petani.

Untuk mengobati luka petani, Imam Mahdi lagi lagi mengeluarkan statement menggiurkan. Diantaranya untuk antisipasi overload barang, BULOG akan membuka 10 gudang pengeringan baru. Termasuk pihak BULOG Nganjuk akan bekerjasama dengan BULOG Ngawi dalam rangka kemitraan pengeringan gabah petani di Nganjuk.

” Dengan penambahan mesin pengering dan kemitraan lintas BULOG insyaallah akan bisa menampung gabah petani sesuai progres,” papar Imam Mahdi.

Menanggapi pernyataan sikap Imam Mahdi seperti itu diharapkan bukan sekedar angin surga saja.

Seperti disampaikan Kang Marhaen disela sela diskusi buktikan dan mari kita sama sama mengawasi dan mengawal program ketahan pangan nasional.

“Jangan ada lagi ada dusta diantara kita. Sebab Nganjuk terkenal di Jawa timur sebagai daerah sentra pangan tapi kenapa petaninya banyak yang ngenes,” timpal Kang Marhaen disela sela diskusi berlangsung.

Satu lagi permintaan Kang Marhaen untuk membuktikan keseriusan BULOG jangan hanya sebatas lisan saja, harus berani membuat surat pernyataan. Permintaan itu akhirnya dipenuhi pihak BULOG. Surat pernyataan akhirnya dikeluarkan dan ditandatangani Imam Mahdi selaku Kepala BULOG.

Hal senada disampaikan Ketua AKD Kabupaten Nganjuk, Dedy Nawan dengan diskusi ini jangan ada lagi muncul keluhan petani dan persoalan krusial yang merugikan petani.

Ditambahi juga oleh Kades Kampungbaru, Susilo Dwi Prasetyo jika pernyataan ini dilanggar maka satu satunya kepala desa yang akan mendatangi BULOG pertamakali kades kampungbaru. ” Pernyataan adalah bentuk konsekwensi jangan sampai dilanggar sendiri. Ini menyangkut hajat hidup petani. Yang jelas di Jawa Timur yang mengalami gejolak hanya ada di Nganjuk. Tolong bisa berkaca dengan daerah lain,” tambah Susilo.

Untuk diketahui usai diskusi, Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi melakukan sidak ke sejumlah gudang pengeringan dan penyimpanan gabah. (adi)