Data menunjukkan tren positif pada produksi ikan lele di Kabupaten Kediri dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022, produksi tercatat 16.310 ton. Angka ini melonjak menjadi 16.391 ton pada 2023, dan mencapai 17.563 ton di akhir tahun 2024. Peningkatan ini tak lepas dari adopsi metode bioflok yang semakin meluas.
Nur Hafid juga menyoroti pentingnya pakan dalam budidaya bioflok. Pelet menjadi pilihan utama karena mendukung pertumbuhan ikan lele yang cepat, memungkinkan panen dalam waktu sekitar 3,5 bulan. “Asupan pakan harus diperhatikan agar hasil maksimal,” tegasnya.
Selain pakan, kualitas air kolam bioflok menjadi faktor krusial. Nur Hafid menekankan bahwa air keruh harus segera diganti untuk menjaga kesehatan ikan dan mencegah penyebaran penyakit, seperti cacar air. “Perawatan air di kolam bioflok sama pentingnya seperti kolam tembok. Rutin mengganti air dan menjaga kebersihan adalah kunci keberhasilan budidaya,” tambahnya.
Dengan adopsi metode bioflok ini, diharapkan produksi ikan air tawar di Kabupaten Kediri dapat terus meningkat. Selain itu, budidaya ini juga berpotensi memberdayakan masyarakat dalam sektor perikanan yang lebih ramah lingkungan. (Adv/Kominfo)
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta












