Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Infobis

BPS Catat Inflasi Januari 2022 Sebesar 0,56 Persen

A. Daroini
×

BPS Catat Inflasi Januari 2022 Sebesar 0,56 Persen

Sebarkan artikel ini
alexametrics

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, inflasi RI pada Januari 2022 sebesar 0,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,26. Semenatara secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi mencapai 2,18 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, inflasi tersebut adalah yang tertinggi sejak Agustus 2019.

Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026

“Kalau secara bulanan di catatan saya terjadi inflasi 0,42 persen inflasi intinya. Ini merupakan angka tertinggi sejak Agustus tahun 2019,” kata Margo dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (2/2).

Margo memaparkan, inflasi Januari 2022 terjadi dari 90 kota IHK, 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53 persen dengan IHK sebesar 109,81. Inflasi terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 111,34.

Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 108,79 dan terendah terjadi di Jayapura sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 105,83.

“Perkembangan harga berbagai komoditas di bulan Januari ini secara umum menunjukkan adanya kenaikan,” tuturnya.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April

Adapun penyumbang inflasi dari makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,17 persen. Disusul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,43 persen. Lalu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,51 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,79 persen.

Selanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen, kelompok transportasi sebesar 0,02 persen. Kemudian, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,41 persen. Kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,36 persen. Serta, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,62 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.