“Harapannya testingnya semakin bagus harapannya kita mampu menyasar preventif supaya tidak ada penyebaran-penyebaran ke tempat yang lain,” ungkap Sutiaji kembali.
Walikota Perintahkan Dinkes Telusuri Penyebab Awal
Dia juga telah memerintahkan dinas kesehatan untuk menelusuri darimana awalnya 18 orang warga perumahan terkonfirmasi positif COVID-19, saat mengikuti salat tarawih pada pertengahan Ramadhan 1442 Hijriah lalu.
“Saya hanya minta puskesmas untuk mencari penyebab awalnya dari mana, apakah penyebab yang sakit pertama itu. Setelah di tracing sudah ketemu apa belum, karena ini menurut saya penting. Supaya tidak terjadi tranmisi penularan ke yang lain, sama dilaporkan jenisnya, jenis mutasinya, jenis mutasi yang mana, virusnya ini virus mana,” terangnya.
Aktivitas Ibadah di Masjid Ditutup 14 Hari
Dari sana langkah antisipasi bisa dilakukan supaya tidak ada lagi klaster – klaster penyebaran yang berlebih kembali. Tak hanya itu, Sutiaji juga telah memerintahkan menutup aktivitas ibadah di Masjid Al Waqar selama 14 hari. Sambil dilakukan penutupan proses sterilisasi terus akan dilaksanakan oleh puskesmas dan BPBD.
Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan
“Saya tidak ingin ada klaster-klaster yang berlebihan, sehingga kebijakan dari pemerintah Alhamdulillah sudah dilaksanakan oleh masyarakat juga. Penutupan sementara tempat ibadah selama 14 hari, sambil sterilisasi ini juga harus dimaklumi dan dipahami ke seluruh masyarakat,” paparnya.
“Kalau tempat ibadah di sini ditutup, harapan kami jangan berpindah ke tempat ibadah yang lain. Dikhawatirkan orang-orang ini akan membawa virus ke masyarakat yang lain, dan ini perlu pemahaman seluruh masyarakat. Saya mohon untuk menyadarkan orang-orang yang masih tetap ngotot melakukan itu,” tandasnya. ( ed )
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu












