Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap tidak ada lagi kebijakan injak rem darurat, menjelang akhir tahun. Menurut menteri keuangan, menangani ekonomi agar Indonesia tidak terpuruk, tidak bisa satu sisi hanya memperhatikan kesehatan saja. Dua sisi penanganan yakni ekonomi dan kesehatan menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan.
Menurutnya, dilihat kegiatan ekonomi di Indonesia yang mulai pulih ditujukan dan dikombinasikan penanganan Covid-19. Oleh karena itu penanganan Covid-19 dan perekonomian tidak bisa dipisahkan dan harus jadi satu kesatuan. “Kedua-duanya saling beri dukungan bukan melemahkan,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Sri Mulyani juga menjelaskan gambaran di beberapa negara besar yang juga mulai mempersiapkan kemungkinan terburuk dari situasi krisis kesehatan ini akibat Covid-19. ” Di Amerika Serikat, di Eropa, bahkan Jerman, sekarang sudah mempertimbangkan akan terjadinya restriksi yang sangat ketat. Prancis mengalami hal yang sama,” imbuhnya.
” Jelang akhir tahun, bulan Desember ini semua kegiatan masyarakat akan terus meningkat akibat libur panjang. Beberapa hari lalu, Indonesia punya gawe Pilkada dan kita harus betul-betul menjaga agar jangan sampai rem harus diinjak hanya karena Covid-19 mengalami eskalasi meningkat secara pesat,” ujar Menteri Keuangan RI. ( fid )
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat












