Jurus Erick Thohir Singkirkan Monopoli Pengusaha Kaya, Gabungkan Tiga BUMN Pro UMKM

  • Whatsapp
Jurus Erick Thohir Singkirkan Monopoli Pengusaha Kaya, Gabungkan Tiga BUMN Pro UMKM
Jurus Erick Thohir Singkirkan Monopoli Pengusaha Kaya, Gabungkan Tiga BUMN Pro UMKM

Jakata, Memo

Kendala pendanaan pelaku UMKM Indonesia, selama ini tak pernah ada jalan keluar. Program pendanaan yang sifatnya bantuan dari pemerintah, hanya pemanis saja. Pasalnya, Pemerintah puisat maupun daerah belum memiliki regulasi yang jelas, bagaimana mendanai pelaku UMKM dengan sumber pendanaan yang murah dan berkeadilan.

Bacaan Lainnya

Bank BRI yang selama ini dikhususkan untuk masyarakat menengah bawah, kenyataannya memberikan kredit kepada pelaku usaha dan perusahaan besar, dengan memberi kemudahan kemudahan, seminal bunga yang ebih ringan. Sementara itu, bila pelaku usaha kecil yakni para UKM yang masih rintisan, justru mendapatkan bunga lebih tinggi, dibanding pelaku usaha besar.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menyadari kondisi seperti itu, menyebabkan keadilan yang tidak dirasakan oleh pelaku usaha kecil dan mikro. Karena itulah, Erick Thohir berencana menggabungkan 3 VUMN yanga ada di kementeriannya. Diantaranya adalah Bank BRI dan Pegadaian dengan PT Permodalan Nasional Mandiri ( PNM ).

Tujuan penggabungan tersebut, diantaranya untuk meratakan dan menyamakan pelaku usaha kecil dan besar dalam mendapatkan fasilitas pendanaan.

” Upaya kami, pengusaha kecil naik kelas. Ultra mikro yang tadinya tidak bankable, naik kelas jadi bankable,” ujarnya dalam acara Indonesia Digital Conference 2020, Rabu (16/12).

loading…

Rencana penggabungan 3 BUMN bertujuan untuk keberpihakan BUMN pada masyarakat kecil. Selama ini, pelaku nusaha mikro kesulitan cari modal usaha. PMN yang selama inji memfasilitasi pelaku usaha kecil, hanya memberikan pinjaman sekitar Rp. 2 juta. Dengan penggabungan antara tiga BUMN ini, usaha mikro yang selama ini mendapatkan pinjaman hanya 2 juta, akan naik kelas dengan plafon hingga 50 juta.

Konsolidasi tiga BUMN di sektor UMKM jelas akan menciptakan efisiensi dan mencegah ketidakadilan terhadap suku bunga. Yang terjadi selama ini adalah pelaku usaha kecil dapat bunga tinggi, sebaliknya pengusaha besar justru dapat bunga rendah.

Sebagai contoh, Permodalan Nasional Madani (PNM) yang demi memenuhi kebutuhan dana lantas menetapkan bunga pinjaman 9%. Sebaliknya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan pasar yang besar memberlakukan bunga pinjaman 3%.

“Jangan kita ini seperti bandul, malah lebih berat ke pengusaha yang kaya. Tetapi yang miskin justru mendapat pembiayaan yang lebih mahal,” ujar Erick. ( ed )

Pos terkait