Example floating
Example floating
TRENGGALEK

Batu Raksasa Setara Truk Longsor dari Tepi Gunung, Tutup Jalur Trenggalek Ponorogo

A. Daroini
×

Batu Raksasa Setara Truk Longsor dari Tepi Gunung, Tutup Jalur Trenggalek Ponorogo

Sebarkan artikel ini
  • Sebuah batu  raksasa setara truk jatuh dari tebing di kawasan Bendungan Tugu dan menutup seluruh badan jalan.
  • Insiden ini menyebabkan arus lalu lintas dari arah Trenggalek menuju Ponorogo maupun sebaliknya lumpuh total.
  • Petugas gabungan dan alat berat dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi material longsor yang cukup sulit.
  • Evakuasi Material Longsor di Dekat Bendungan Tugu Trenggalek

    Akses utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo terputus total pada Selasa malam setelah sebuah bongkahan batu berukuran raksasa jatuh dari tebing.

    Peristiwa yang terjadi di titik KM 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu ini mengakibatkan kemacetan panjang lantaran material batu setinggi truk tersebut menutup seluruh permukaan aspal, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

    Baca Juga: Arena Sabung Ayam Muncul Lagi di Trenggalek, Warga Resah: Dekat Masjid, Ramai Sampai Larut

    Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama labilnya kondisi tanah di perbukitan sekitar Bendungan Tugu.

    Struktur batuan yang menggantung di tebing setinggi puluhan meter tersebut akhirnya luruh dan menghantam jalan nasional di bawahnya.

    Baca Juga: Sudah Pernah Ditutup, Arena Judi Trenggalek Kembali Buka Seolah Tanpa Takut

    Beruntung, saat kejadian berlangsung, dilaporkan tidak ada kendaraan yang melintas tepat di bawah titik jatuhnya batu, sehingga korban jiwa dapat dihindari.

    Baca Juga: DPRD Trenggalek dan FKB Syukuran Penganugerahan Pahlawan Gus Dur

    Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang cukup dramatis, di mana satu bongkahan batu tunggal yang sangat besar mendominasi badan jalan.

    Ukurannya yang masif membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara manual. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek bersama jajaran kepolisian segera melakukan sterilisasi area untuk mencegah adanya longsor susulan, mengingat cuaca yang masih diselimuti mendung tebal.

    Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek menyatakan bahwa penanganan membutuhkan bantuan alat berat dari dinas terkait karena berat batu yang tidak memungkinkan untuk digeser biasa. Rencananya, batu tersebut akan dipecah menjadi bagian-bagian kecil atau ditarik menggunakan ekskavator berkekuatan besar.

    Selama proses pembersihan berlangsung, polisi mengimbau para pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan yang semakin parah.

    Bagi pengendara dari arah Ponorogo menuju Trenggalek atau sebaliknya, disarankan untuk memutar melalui jalur Kabupaten Tulungagung atau jalur memutar lainnya jika memungkinkan. Petugas di lapangan terus bersiaga untuk memberikan arahan kepada pengemudi truk dan bus yang telanjur terjebak di sekitar lokasi kejadian.

    Pihak berwenang menargetkan jalur dapat dibuka kembali sesegera mungkin setelah material batu berhasil disingkirkan dan jalan dinyatakan aman dari ancaman tebing yang masih rawan longsor.

    Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung dengan pengawasan ketat. Masyarakat diminta tetap waspada saat melintasi jalur perbukitan selama musim penghujan, mengingat risiko bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan pohon tumbang masih sangat tinggi di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.