Kecamatan Mojoagung: Selain Desa Kademangan yang paling parah, banjir juga merendam Desa Mojotrisno (10 cm), Desa Mancilan (15 cm), Desa Janti (20 cm), dan Desa Tejo (50-60 cm).
Kecamatan Mojowarno: Tercatat banjir di Desa Catakgayam (20 cm) dan Desa Selorejo (10 cm).
Kecamatan Sumobito: Air merendam Desa Jogoloyo (20-30 cm), Desa Palrejo (50 cm), dan Desa Balongsono (5-15 cm).
Kecamatan Kudu: Terdampak di Desa Tapen (5-10 cm) dan Desa Bakalanrayung (50 cm).
Kecamatan Kesamben: Desa Pojokkulon tergenang dengan ketinggian air 30-50 cm.
Wiku menambahkan, luapan sungai menjadi penyebab utama bencana ini. Luapan Sungai Gunting berdampak pada wilayah Mojoagung dan Sumobito, sementara Sungai Catakbanteng menyebabkan banjir di Mojowarno. Di Kesamben, banjir terjadi akibat limpasan saluran afvoer, dan di Kudu, pemicunya adalah meluapnya Sungai Marmoyo.
“Hujan dengan intensitas tinggi meningkatkan debit air sungai secara signifikan, yang akhirnya meluap ke jalan dan permukiman,” kata Wiku. Ia memastikan bahwa tim BPBD Jombang terus bekerja sama untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak, termasuk penyaluran logistik.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Selain penanganan darurat, BPBD Jombang juga tengah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mencari solusi jangka panjang.
“Tetap kita berkoordinasi dengan BBWS yang punya wilayah agar segera dilakukan normalisasi, sehingga luapan tidak terus terjadi di setiap tahun,” pungkas Wiku.
Harapannya, langkah normalisasi sungai dapat mencegah terulangnya bencana banjir tahunan yang selalu meresahkan warga Jombang. ( af )












